Promosi produk UMKM dalam acara Gebyar UMKM yang digelar virtual oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulteng, di kantor PLUT Sulteng, Rabu (25/8). (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam momentum memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik indonesia dan Hari UMKM Nasional tahun 2021, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulteng menggelar Gebyar UMKM. Kegiatan itu digelar secara virtual selama dua hari (24-25 Agustus 2021) berpusat di kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulteng.

Plt Asisten II Setdaprov Sulteng, Rudy Dewanto mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulteng terus mendorong upaya digitalisasi produk usaka mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Digitalisasi UMKM sebagai strategi untuk memperluas jangkauan pasar dan promosi produk di masa pandemi Covid-19,” kata Rudy mewaklli gubernur dalam sambutannya membuka kegiatan itu.

Kegiatan ini juga diikuti Dinas Koperasi dan UKM kabupaten dan kota se Sulteng, serta para pelaku UMKM. Sebagai wujud dukungan digitalisasi UMKM, di sela-sela gebyar virtual ditampilkan promosi produk oleh masing-masing dinas. Bukan hanya itu pelaku UMKM juga diberikan kesempatan mengenalkan produknya di acara itu. Produk yang mereka promosikan terbuat dari bahan dasar sumber daya alam lokal.

Yang menarik Gebyar UMKM digalakan juga gerakan belanja online. Gerakan ini mendapat respons dimana ada peserta membeli secara online produk yang terdapat pada marketplace kitapura Mall, yang menjadi salah satu sponsor Gebyar UMKM.

Gebyar UMKM menampilkan narasumber yang menjadi sponsor. Seperti James (CEO kitapura Mall), Saharudin (PLUT Sulteng), Raymond (manajer Telkomsel area Sulampua), dan Budiman Ashari (pimpinan Inkubator Bisnis Mitra Edukasi). Selain itu jyga juga didukung BOS Indonesia Sulawesi Tengah, Rumah BUMN Parigi Moutong, Koperasi Puspa Jaya Mandiri, Simpeljek, N3N food and drink, dan UMKM Smart. Saharudin, salah satu konsultan PLUT mengatakan, PLUT mendukung program strategis pemerintah yakni digitalisasi UMKM. Salah satu program yang dibuat PLUT adalah pembuatan kartu digital untuk memudahkan pelaku usaha memasarkan dan mempromosikan produknya.

“Sampai sekarang sudah mencapai ratusan pelaku usaha yang memiliki kartu digital,” kata Saharudin.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas