TELAH MENGALIR - Taslim, saat berdiri di pintu Huntap Duyu nomor 4I miliknya, sembari terlihat air bersih kran mengalir dihadapannya, pada Senin pagi, 23 Agustus 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id – Penyintas pascabencana alam 28 September 2018 Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu, Barat, Kota Palu mulai menikmati fasilitas hunian tetap (huntap) di wilayah itu di antaranya

fasilitas air bersih telah terkucur di kran-kran hunian tetap Duyu.

Seperti yang dilaporkan Sakinah, penyintas blok 4I Huntap Duyu, efektifnya aliran air terjadi mulai awal Agustus.

“Saya lupa air lancar tepatnya tanggal berapa (Agustus), yang jelas sempat mati (air tidak mengalir) berhari-hari selama Juli lalu itu,” ungkap Sakinah ditemui saat mencuci piring memakai air ember yang dia tampung di belakang huntap miliknya, Senin pagi, 23 Agustus 2021.

Dia merincikan, durasi aliran air Huntap Duyu bukan 24 jam, akan tapi mulai sekitar pukul 08.30 pagi hingga beberapa jam, kemudian mengalir kembali sekitar pukul 22.00.

“Tidak menentu waktu alirnya, biasa jam setengah 9 habis itu mati, mengalir lagi mulai jam 10 malam. Kalau malam itu yang lama (mengalir) biasanya,” ucap Sakinah dari hasil pantauannya.

Taslim, bapak kandung Sakinah mengimbuhkan, ketika mandeknya air bersih hingga akhir Juli lalu itu, memaksa dia dan anggota keluarganya menumpang sekadar mandi dan mencuci barang-barang di rumah sanak keluarga mereka.

“Sempat beberapa kali truk penampung air milik Dinas PU Palu salurkan air bersih, tapi sebenarnya tidak cukup,” pungkasnya.

Dia mengisahkan, kemacetan utuh air bersih sangat dikeluhkan dia bersama keluarganya. Tak hanya dia, masalah tidak mengalirnya air sempat diprotes warga Huntap Duyu lainnya.

Bagaimana tidak, kala penyintas imbas likuefaksi dahsyat Balaroa itu menghuni satu per satu Huntap Duyu, justru aspek dasar sekaligus utama yakni air tak mengalir sama sekali, tepatnya Juli 2021 lalu.

Di samping itu, jurnalis Metrosulawesi saat mengkonfirmasi Boby, salah seorang pimpinan pejabat Kelurahan Duyu di hari yang sama membenarkan kelancaran air bersih di kawasan huntap.

“Saya lupa tepatnya tanggal berapa, yang jelas awal Agustus ini. Ini juga yang sempat bikin ribut-ribut antar penghuni huntap,” beber Boby.

Pihaknya juga bersiaga ketika kemacetan air terulang, agar segera melaporkannya ke pihak pembangun. Selain itu Boby merincikan, saat ini sekitar 70 Kepala Keluarga (KK) telah menghuni Huntap Duyu, dari jumlah huntap sebanyak 230 unit.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas