Gunawan. (Foto: mercusuar.web.id)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu programkan Lock Mikro Efektif (LME) Di wilayah Kelurahan Birobuli Utara dan Selatan, Kecamatan Palu Selatan mulai hari ini, Selasa, 24 Agustus 2021.

Karantina kewilayahan berskala mikro atau kecil itu menerapkan basis Rukun Tetangga (RT) dalam sisi penanganannya.

Di samping itu, penyekatan mobilitas itu dikatakan Camat Palu Selatan, Gunawan menyasar Jalan Tangkasi, yang jadi pusat infeksi virus corona.

Di kawasan tersebut, terdapat tujuh titik penutupan keluar masuk, antara lain Jalan Tangkasi Bawah yang jadi pintu utama, Jalan Mawas, Keledai, Kijang Selatan 1, 2, dan 3 serta Jalan Tangkasi 2.

“Walaupun hanya fokus menular di satu titik, tetapi Jalan Tangkasi ini banyak jalan masuknya, sehingga banyak titik yang jadi sumber penutupan,” ungkap Gunawan melalui posnelnya kepada Jurnalis Metrosulawesi, Senin, 23 Agustus 2021.

Untuk wilayah Kelurahan Birobuli Selatan, Gunawan bersama unsur terkait lainnya masih melakuan pemetaan dan penentuan akses buka tutup.

“Kami masih petakanĀ  untuk wilayah Birobuli Selatan. Nanti kami infokan kalau sudah ditetapkan,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Gunawan, berlakunya penyekatan tersebut dimulai pukul 00.00 wita, Selasa, 24 Agustus 2021.

“Sebentar malam sudah dilakukan penutupan akses masuk ke dua wilayah tersebut, pas jam 12 malam ya,” lugasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya masyarakat Birobuli Utara dan Selatan agar mematuhi LME tersebut, khususnya pemberlakuan akses buka tutup jalan.

“Kami pastikan kebutuhan warga khususnya warga isoman (isolasi mandiri) terpenuhi seperti konsumsi. Karena selain dibuat dapur umum, lintas sektor bekerja sama melancarkan LME ini. Jadi dimohon agar tetap tenang dan jangan khawatir,” tandasnya.

Sebelumnya dalam Rapat Koordinasi bersama sejumlah pihak di Kecamatan Palu Selatan, Jumat malam dan Sabtu, 21-22 Agustus 2021 di Bantaya Vatulemo dan Aula Kantor Camat Palu Selatan, Wakil Wali kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido mengatakan, rakor tersebut bertujuan membahas hal-hal teknis berkaitan dengan pemberlakuan Lock Mikro Efektif (LME) di dua kelurahan yakni Birobuli Utara dan Birobuli Selatan.

“Ini bukan Lockdown (atau karantina kewilayahan) tetapi Lock Mikro Efektif. Artinya akan ada pembatasan yang lebih ketat seperti tidak ada kegiatan apapun yang mengumpulkan orang serta pemberlakuan buka tutup akses masuk ke kawasan,” ujarnya.

Menurutnya, pemberlakuan kebijakan tersebut dikarenakan tingginya angka kasus positif dan angka kematian akibat Covid-19 di dua kelurahan tersebut. Olehnya, hal ini harus diantisipasi Pemerintah Kota Palu bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan agar identifikasi kasus Covid-19 di wilayah yang dimaksud cepat dilakukan baik testing, tracking, maupun treatment atau 3T.

“Bantu kami beritahu ke masyarakat agar tidak takut untuk di test Covid-19,” imbuh Reny.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas