dr Jean Rondonuwu, M.Kes. (Foto: Istimewa)

Poso, Metrosulawesi.id – Tenaga kesehatan (Nakes) yang menangani Covid-19 di Kabupaten Poso yakni di RSUD akhirnya bernapas lega. Pembayaran insentif Januari hingga Juni  2021 yang mereka nanti dari kas daerah akhirnya cair. 

Padahal sebelumnya, ratusan nakes merasa kecewa karena insentif mereka begitu lama diproses hingga ada dari mereka yang sempat marah, pasalnya mereka sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid 19 sudah menjalankan tugas dan kewajibannya, sementara hak mereka diabaikan.

“Insentif nakes sudah dibayarkan dan ini sedang proses lagi pembayaran berikutnya. Pembayaran dari Kasda (kas daerah) Poso”  kata Kepala RSUD Poso dr Jean Rondonuwu, M.Kes kepada Metrosulawesi, Senin 23 Agustus 2021.

Ia berujar, insentif nakes tahun lalu pun sudah selesai. Pihaknya kini sedang memproses pembayaran insentif nakes Juli dan bulan selanjutnya di 2021. Khusus tenaga kesehatan ( nakes) lingkup RSUD semuanya sudah terbayarkan insentif nya dalam penanganan Covid 19.

Berapa insentif nakes khusus ruang isolasi Covid-19, dokter Jean Rondonuwu  menegaskan, dimana  besaran insentif berbeda-beda. Penghitungan ada dalam aplikasi. Pertama, berdasarkan jenis tenaga, misalnya dokter, dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan sebagainya.

“Kedua, berdasarkan beban tugas waktu itu, misalnya berapa jumlah pasiennya, berapa jumlah tempat tidurnya. Jadi ada skornya, cara-cara penghitungannya,” ucap dia.

Sedangkan berapa insentif nakes Covid-19 kategori perawat, dirinya   mengaku tidak ingat persis. Tetapi pastinya hitungan besaran insentif ada sesuai sistem aplikasi. Penerima insentif nakes, kata dia, banyak sekali karena tersebar di semua fasilitas kesehatan (faskes), di antaranya rumah sakit dan puskesmas

“Jadi sudah aplikasi ya, by sistem. Jadi tinggal masuk datanya, nanti akan bisa terlihat berapa insentif yang didapatkan,” ujarnya. 

Memang sempat terlambat pembayaran insentif nakes, dimana kata Jean keterlambatan pembayaran insentif nakes, bukan disebabkan masalah ketersediaan anggaran.

“Persoalannya Menkes merubah skema pembayaran insentif langsung kepada nakes,  sehingga terjadi keterlambatan karena diperlukan inventarisasi data,  insentif akan dibayarkan atau dikirim  langsung ke rekening nakes, upaya ini sengaja dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya pungutan atau pemotongan atas insentif nakes,” beber dr Jean Rondonuwu.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas