Gubernur H Rusdy Mastura mengikuti rakor secara virtual penanganan Covid-19 untuk luar Jawa dan Bali, Sabtu (21/8). (Foto: Admin Pimpinan)
  • Gubernur Minta Distribusi Vaksin ke Sulteng Diperbanyak

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura meminta pemerintah pusat memperbanyak kirim vaksin ke Sulteng. Sehingga semakin banyak juga masyarakat mendapatkan vaksinasi.

Hal itu disampaikan Gubernur saat mengikuti rakor secara virtual penanganan Covid-19 untuk luar Jawa dan Bali, yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sabtu (21/8). Rakor tersebut diikuti Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, Kepala BNPB, gubernur, Forkopimda provinsi dan bupati/wali kota di luar Jawa dan Bali.

Gubernur menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi di Sulawesi Tengah saat ini sudah mencapai 17 persen.

‘’Kami meminta pemerintah pusat agar agar distribusi vaksin ke Sulawesi Tengah diperbanyaka,’’ kata Gubernur.

Gubernur juga melaporkan bahwa kondisi bed occupancy rate (BOR) Sulawesi Tengah saat ini masih 66 persen dari 1.200 tempat tidur. Sedangkan tempat isolasi terpusat (Isoter) belum terisi maksimal karena yang OTG  enggan mau dilakukan isolasi. Sementara hanya orang yang memiliki riwayat yang berat baru mau dirawat di rumah sakit.

Terkait dengan cadangan oksigen, Gubernur mengatakan masih mencukupi karena adanya dukungan dan bantuan oksigen dari perusahaan seperti PT IMIP, Poso Energi, dan Dongi Senoro.

‘’Kami bersyukur peran perusahaan dan keswadayaan masyarakat membantu pemerintah dalam percepatan penanganan covida,’’ kata Gubernur.

Sedangkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, Gubernur mengatakan sudah melakukan penandatanganan MoU bersama BRI untuk penyaluran kredit dengan bungan kecil dan persyaratan yang mudah. Mempercepat penyaluran PEN yang ada di Bank Sulteng, bantuan beras kepada masyarakat sebanyak 10.800 KK sebanyak 10 Kg /kepala keluarga. Akan melakukan kerja sama dengan Indofood untuk pemberdayaan petani di Kabupaten Sigi dan kerja sama dengan China untuk peningkatan produksi tanaman kedelai.

Dalam kesempatan itu Gubernur menyampaikan keprihatinannya terhadap kejadian di rumah sakit dimana adanya pemaksaan masyarakat untuk mengambil paksa mayat pasien meninggal. Gubernur sudah meminta Kapolda dan Danrem untuk memberikan penjagaan terhadap rumah sakit perawatan Covid di Provinsi Sulawesi Tengah. (*)

Ayo tulis komentar cerdas