TERPAKSA KEMBALI - Tim BP2MI Palu, Avsec, dan jajaran P5TK Disnakertrans Provinsi Sulteng saat menjemput pekerja migran asal Sulteng, Safarani Jasmin, di Bandara Mutiara Sis Aljufrie Palu, Kamis 19 Agustus 2021. (Foto: Ist)
  • Derita Safarani Jasmin, Pekerja Migran Sulteng dari Dubai

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Perluasan Penempatan dan Produktivitas Tenaga Kerja (P5TK) Disnakertrans Provinsi Sulteng, Firdaus Abd Karim, mengungkapkan kembali melakukan penjemputan seorang pekerja migran asal Sulteng di Bandara Mutiara Sis Aljufrie Palu, Kamis 19 Agustus 2021.

“Kami mendampingi UPT BP2MI Palu bersama Tim Satgas melakukan penjemputan di Bandara,” ungkapnya, Jumat 20 Agustus 2021.

Firdaus menerangkan pekerja migran yang dijemput berasal dari Ampana, Kabupaten Tojo Unauna atas nama Safarani Jasmin jenis kelamin perempuan. Jasmin disebut memilih pulang ke Indonesia dari Dubai karena haknya sebagai pekerja untuk menerima gaji tidak diperoleh.

“Keberangkatan bulan Januari 2021, tapi hak-haknya tidak dipenuhi, gajinya tak dibayarkan,” terang Firdaus.

Dari Bandara, Safarani diserah-terimakan kepada suaminya dan diantar ke rumah keluarganya di Perum Kawatuna, Palu. Informasi terakhir yang diterima Firdaus, Safarani telah berada di Ampana.

Firdaus menambahkan tim yang turun melakukan pendampingan penjemputan sebanyak delapan orang dari Avsec, BP2MI Palu dan jajarannya dari P5TK Disnakertrans Provinsi Sulteng.

Sebelumnya diberitakan, pekerja migran asal Sulawesi Tengah (Sulteng) sekitar 6.000 orang. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Perluasan Penempatan dan Produktivitas Tenaga Kerja (P5TK) Disnakertrans Provinsi Sulteng, Firdaus Abd Karim, kepada Metrosulawesi, Kamis, 8 April 2021.

“Data yang ada sama kami, pekerja migran Sulteng sejak tahun 2010 ada 6.000 lebih,” ungkapnya.

Firdaus menjelaskan pekerja migran Sulteng bekerja di berbagai negara di Asia Pasifik seperti Hongkong dan Singapura. Dikatakan, peluang untuk menjadi pekerja migran bagi warga Sulteng masih terbuka ke sejumlah negara.

“Tapi perlu kami ingkatkan bagi mayarakat atau keluarga yang akan berangkat sebaiknya terlebih dahulu mendatangi Disnaker terdekat untuk informasi berkaitan pemberangkatan PMI (pekerja migran Indonesia) ke luar negeri,” tandas Firdaus.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas