Rahman Kasim. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Kuasa hukum penggugat Rahman Kasim menilai lucu DPRD akan melakukan gugatan balik terhadap penggugat senilai 500 juta materil dan 25 miliar immateril.

“Itu lucu gugatan ganti rugi, apa yang dirugikan? Kalau tidak tau hukum jangan bicara hukum, rekonvensi (gugatan balik) itu masuk perdata umum,” sebutnya Kamis 19 Agustus 2021. 

“Silakan DPRD gunakan hak konstitusionalnya, tapi kapan kami mengganggu? Apakah kami hari-hari datang ke DPRD mengganggu? Presiden saja bisa digugat olehnya masyarakatnya,” tegasnya.

Dia menjelaskan perkara CLS adalah langkah dan baru pertama di Sulawesi Tengah pada umumnya dan Donggala pada khususnya. Alasanya pihaknya melakukan gugatan terhadap 25 anggota DPRD karena menurut masyarakat atau warga ada kelalaian di proses hak interpelasi dan hak angket.

“Awalnya beberapa perwakilan masyarakat mendatangi DPRD meminta proses hak interpelasi dan hak angket dihentikan, tapi karena permintaan pak ketua DPRD agar masyarakat yang berkeberatan silahkan menyurat secara resmi,”sebutnya.

Hamka Akib. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

“Setelah menyurat, karena tidak ada tanggapan, masyarakat itu datang ke saya meminta bantuan hukum, kemudian saya pelajari dan memang ada celah untuk dilakukan gugatan, ditatib proses hak angket apakah ada disumpah, tetapi nanti pengadilan yang menilai, kami juga akan mendatangkan saksi ahli di persidangan berikutnya, nanti hakim yang menilainya,” jelasnya.

Terpisah kuasa hukum tergugat, Hamka Akib mengatakan pihak penggugat secara immaterial sudah mengganggu institusi nama baik lembaga.

“Sudah pasti mengganggu, apa yang harus digugat oleh penggugat? Soal kebijakan DPRD? Apakah kebijakan DPRD menyebabkan kerugian masyarakat? nanti pengadilan yang memutuskan,” tekannya.

Ditambahkannya, karena saat ini masih proses sidang mediasi pihaknya tak mau gegabah memberikan penjelasan terlalu jauh.

“Nantilah, kami belum mau menanggapi terlalu jauh, karena belum masuk ke substansi masalah, masih proses mediasi, yang jadi pertanyaan kerugian yang mana dia maksud oleh penggugat?” pungkasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas