Gubernur Sulteng, H Rusdy Mastura. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur H Rusdy Mastura menyikapi kasus di RS Buol, dimana keluarga pasien meninggal yang terkonfirmasi Covid-19 menolak untuk dimakamkan dengan protokol kesehatan. Selain menyayangkan, Gubernur meminta pemerintah kabupaten untuk menangani permasalahan itu secara persuasif.

Gubernur mengaku sudah mendengar kasus tersebut berdasarkan laporan dari Satgas Covid-19 Buol. Gubernur meminta bupati untuk menangani permasalahan tersebut secara persuasif kepada keluarga, dan upaya hukum merupakan langkah paling akhir.

Gubernur sangat percaya dan yakin Bupati Buol Amirudin Rauf bisa menangani persoalan tersebut. Sebab Bupati Buol mengenal dan memahami kondisi masyarakatnya.

‘’Bupati dapat Koordinasi dengan Polri dan TNI untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang prosedur pelayanan perawatan Covid, sampai dengan hal yang kita tidak kehendaki yaitu Pemakaman Jenazah Yang meninggal untuk penderita Covid,’’ kata Gubernur, Kamis (19/8).

Terkait kasus itu, Satgas Covid Buol diminta melakukan tracing dan testing kepada pihak keluarga. Hal ini untuk memberikan perlindungan kepada orang lain yang kontak kepada keluarga pasien.

Berdasarkan laporan Direktur RS Buol, Arianto, pasien yang meninggal seorang perempuan berumur 41 tahun dan memiliki penyakit komorbit, masuk dirawat di RS Buol tanggal 17 Agustus 2021. Sebelum dilakukan perawatan dilakukan swab kepada pasien dan hasil swab pasien dinyatakan positif Covid-19, sehingga dirawat pada Ruang Perawatan Covid.

Pada tanggal 18 Agustus 2021 pasien tersebut meninggal dunia. Tetapi pihak keluarga pasien tidak menerima kondisi yang terjadi dan tidak mengizinkan pasien dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Dengan jumlah massa yang banyak memaksa membawa jenazah pasien untuk dibawa ke rumah untuk dimakamkan seperti biasanya. (*)

Ayo tulis komentar cerdas