BERI SANKSI - Tim Operasi Yustisi Kota Palu saat memberikan sanksi sosial memberisihkan lingkungan kepada warga yang kedapatan melanggar prokes di sekitaran Untad Palu, Rabu, 18 Agustus 2021. (Foto: Humas Pemkot)
  • Tim Operasi Yustisi Kota Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Tim Operasi Yustisi Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 Kota Palu kembali melakukan operasi penegakkan protokol kesehatan, Rabu, 18 Agustus 2021. Kali ini operasi menyasar warga dan pelaku usaha di sekitaran Untad Palu, Jalan Soekarno-Hatta.

Dalam operasi itu, Tim Operasi Yustisi Kota Palu tak segan memberikan sanksi sosial membersihkan lingkungan dan denda Rp100 ribu bagi warga yang kedapatan tidak mengenakan masker.

Sekdis Satpol PP Kota Palu Asmarlin menyebutkan bahwa giat yang dilaksanakan pihaknya tetap mengedepankan tindakan persuasif dan humanis.

“Sehingga warga yang kedapatan tidak menggunakan masker selain diberi nasehat agar tidak abai prokes juga disanksi sosial membersihkan lingkungan disekitaran Untad Palu,” kata Sumarlin.

Kata kuncinya, kata Sumarlin,  adalah masyarakat harus patuh dan taat prokes sebagai upaya mencegah dan menghindari Covid-19.

“Sebab sudah banyak warga yang kena Covid-19 itu dikarenakan tidak patuh. Ini adalah upaya kita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Palu,” tegasnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Tim Operasi Yustisi Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 Kota Palu juga telah melakukan patroli penegakkan protokol kesehatan dengan  menyasar cafe, rumah makan, kedai, warkop pada beberapa wilayah di Kota Palu. Sanksi tegas menanti warga atau pelaku usaha yang kedapatan melanggar prokes Covid-19 Kamis, 12 Agustus 2021.

Sanksi yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Palu Nomor 443 tentang PPKM Level 4, bagi tempat usaha yang tidak atau kedapatan melakukan pelanggar prokes maka sanksinya tempat usaha bersangkutan ditutup selama 7 hari, bahkan bisa dikenakan sanksi pencabutan izin usaha.

Dalam Surat Edaran Wali Kota itu, batas waktu membuka tempat usaha bagi pelaku usaha hingga pukul 21.00 wita, dengan jumlah pengunjung makan minum ditempat dibatasi 30 persen dari kapasitas tampung.

Bagi tempat usaha yang menerima take away,yakni kedai, kafe, warkop, di kawasan Hutan Kota, Lapangan Vatulemo, Taman GOR, kawasan Masjid Agung, Jalan Raja Moili, kawasan Patung Kuda dan Citra Land, buka dari pukul 08.00 wita hingga 22.00 wita. Apabila ditemukan pelanggaran prokes,maka seluruh kawasan tersebut akan diberi sanksi penutupan. Pemberian sanksi juga menyertakan PPNS.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas