LACAK COVID - Tim Kesehatan gabungan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Palu turun melakukan tresing dan testing kepada masyarakat di Perdos Untad, Rabu 18 Agustus 2021. (Foto: Istimewa)
  • Gubernur Pastikan LME Berjalan Baik

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura memastikan pemberlakuan Lock Mikro Efektif (LME) di kompleks Perumahan Dosen (Perdos) Universitas Tadulako (Untad) Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu berjalan baik.

Untuk itu, pada Rabu 18 Agustus 2021, gubernur mengundang pihak yang terkait dengan kebijakan pemberlakuan LME itu, yakni: Wali Kota Palu, Rektor Untad, Kadis Kesehatan ke kantor gubernur. Tampak hadir Wakil Walikota dr Renny Lamadjido, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Lukman Mhum, Kadis Kesehatan Sulteng, dr I Komang Adi Sujendra.

Gubernur Rusdy ingin memastikan kebijakan LME itu berjalan baik dan memberikan perlindungan kepada masyarakat Kota Palu. Dan dalam pelaksanaan LME itu, pemerintah harus hadir untuk memberikan dukungan kebutuhan kepada masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, gubernur sudah meminta Kadis Sosial untuk mendukung kebijakan wali kota tersebut.

“Saya menerima laporan dari Kadis Sosial sudah membuka dapur umum dengan menyediakan makan untuk 1.000 orang. Saya berharap juga agar bisa dilakukan distribusi beras kepada masyarakat,” pinta gubernur.

Pada kesempatan itu, dr Renny menyampaikan beberapa hal. Renny mengatakan, angka terkonfirmasi positif Covid di Perdos tinggi.
“Angka kematian dari jumlah orang terkonfirmasi sebesar 30 persen,” ujar Renny.

Selanjutnya kata Renny, setelah dilakukan tresing dan testing kepada masyarakat, dari 65 yang dilakukan swab antigen, delapan orang di antaranya positif tertular Covid.

Renny mengatakan, kebijakan LME di Perdos Untad tersebut, hanya berlaku pada malam hari.

“Pagi sampai sore bisa masyarakat keluar dan masuk dengan pemeriksaan protokol kesehatan,” jelas Renny.

Terkait dengan kebutuhan masyarakat sebagai dampak dari pemberlakuan LME itu kata Renny, pihaknya sudah memberikan perlindungan dengan membuka dapur umum di kompleks Perdos tersebut.

Wakil Rektor Untad, Dr Lukman, berharap pelaksanaannya betul-betul memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dia juga berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan sembako kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Gubernur Rusdy meminta masyarakat dapat lebih patuh lagi terhadap protokol kesehatan.

“Kalau masyarakat lebih patuh untuk menjaga diri dan menjaga keluarga, pasti kita bisa cepat keluar dari pendemi ini,” ujar gubernur.

Gubernur juga meminta agar masyarakat mendukung program vaksinasi.

“Kalau orang yang sudah divaksin, beda imunitasnya dengan orang yang belum divaksin. Untuk itu saya minta supaya masyarakat lebih sadar dan mau segera divaksin,” pinta gubernur.

Gubernur meminta agar bupati dan wali kota terus mengambil kebijakan-kebijakan yang mengurangi mobilitas masyarakat, menghimbau masyarakat agar terus patuh terhadap protokol kesehatan. Karena kebijakan akan memberikan dampak perlindungan kepada masyarakat.

Salurkan Pangan

Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan pangan kepada 4.200 warga yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di masa pandemi Covid-19.

“Terus bergerak menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak atas kebijakan pemerintah khususnya kepada kelompok-kelompok rentan,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Palu Romy Sandi yang dihubungi di Palu, Rabu.

Bantuan pangan tersebut di ambil dari cadangan beras pemerintah yang bekerja sama dengan Perum Bulog Sulawesi Tengah sebagai badan usaha penyedia logistik milik pemerintah.

Pada proses penyaluran, Dinas Sosial telah memiliki data sasaran bantuan, di antaranya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berdagang di kawasan wisata hutan kota, kawasan Teluk Palu, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan Vatulemo Jalan Balai Kota.

Termasuk petugas kebersihan kota, pekerja dalam program padat karya, sopir taksi bandara dan pemulung dengan jumlah Kuota beras kurang lebih 100 ton.

“Bahan pangan yang disalurkan diambil dari gudang logistik Bulog Sulteng, dan kami mengupayakan penyaluran bantuan ini secepatnya bisa terselesaikan,” ujar Romy.

Selain penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah, Dinas Sosial setempat juga telah menyalurkan logistik paket sembako kepada warga yang menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19.

Hingga kini instansi terkait telah menyalurkan bantuan pangan kepada 422 kepala keluarga berupa beras, minyak goreng dan ikan yang dikemas dalam kaleng.

“Sepanjang warga membutuhkan logistik maka pemerintah tetap menyalurkan, dan tidak menutup kemungkinan jumlah ini terus bertambah. Kami sebagai instansi yang membidangi hal itu siap menyalurkan kebutuhan pangan masyarakat,” kata Romy menuturkan.

Ia menambahkan, kesiapan logistik pemerintah tidak hanya menjangkau kebutuhan pangan kelompok-kelompok rentan, tetapi juga melayani kebutuhan pangan bagi warga yang terdampak kebijakan karantina wilayah, seperti yang saat ini sedang berlangsung di kompleks Perdos Untad selama sepekan ke depan.

Dinas Sosial Palu bersama Dinas Sosial Sulteng ikut terlibat mendirikan dapur umum menyediakan kebutuhan logistik makan pagi, siang dan malam warga selama sepekan ke depan.

“Di Perumahan Dosen kurang lebih ada 300 rumah tangga. Jumlah ini yang harus kami penuhi kebutuhan makan mereka setiap hari,” kata Romy. (din/ant)

Ayo tulis komentar cerdas