TINJAU VAKSINASI - Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, didampingi jajaran meninjau vaksinasi Lapas Palu dan Rutan Donggala di area lapangan Lapas, beralamat di Jalan Dewi Sartika Palu, pada Senin 16 Agustus 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Upaya Lapas-Rutan Memutus Penyebaran Covid-19

Pandemi Virus Corona (Covid-19) masih merebak, termasuk di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu. Asa memutus penyebaran Covid-19 salah satunya melalui vaksinasi. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Donggala Kelas IIB di bawah naungan Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng melakukan upaya serupa.

Laporan: Michael Simanjuntak

VAKSINASI Lapas Palu dan Rutan Donggala menyasar ratusan narapidana (napi). Pelaksanaannya dilakukan bersamaan di area lapangan Lapas, beralamat di Jalan Dewi Sartika Palu, pada Senin 16 Agustus 2021.

Vaksinasi bersamaan karena sampai saat ini Rutan Donggala masih berkantor dan menitipkan napi di Lapas Palu. Adapun gedung Rutan Donggala tengah dalam proses pembangunan pasca-terbakar pada 2018 lalu. Rutan Donggala berada di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, meninjau pelaksanaan vaksinasi. Ia didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Sunar Agus, dan Kepala Subbagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi, Asman.

Lilik berujar vaksinasi merupakan upaya menjaga kekebalan tubuh agar selamat dari pandemi Covid-19. Pihaknya berupaya akan melakukan vaksinasi bagi semua napi dan tahanan se-Sulteng yang memenuhi persyaratan.Total jumlah napi dan tahanan di daerah ini sebanyak 3.581 orang.

“Kita mendapat dukungan vaksinasi dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Tapi sementara ini vaksinasi untuk Lapas Palu dan Rutan Donggala. Nanti akan disusul Rutan Palu dan Lapas Perempuan, kemudian di daerah (kabupaten). Pak Wakalpoda sudah instruksikan ke semua Kapolres untuk mendukung,” ujar Lilik.

Disebut, pelaksanaan vaksinasi di Lapas dan Rutan kabupaten akan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin. Saat yang sama, upaya memutus penyebaran corona dilakukan dengan masih meniadakan jam besuk.

“Semenjak pandemi virus Covid-19, seluruh kunjungan keluarga telah kita alihkan melalui handphone dan video call. Dalam waktu kita akan perbaiki sistem layanan komunikasi yang jauh lebih nyaman dan aman,” ucap Kakanwil.

Lilik menegaskan meski telah divaksin jangan mengendorkan disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pegawai dan napi harus tetap menjaga disiplin prokes sebagai langkah memutus penyebaran corona.

“Vaksinasi hanya upaya untuk meningkatkan imunitas kita, tetap protokol kesehatan harus menjadi pola hidup,” pungkasnya.

Kepala Lapas Palu, Gamal Bardi, menerangkan vaksinasi Covid-19 diikuti sekitar 400 napi. Jumlah tersebut terdiri dari 300 napi Lapas Palu, sisanya napi Rutan Donggala. Sebagian menerima vaksinasi dosis satu, sebagian lagi dosis ke dua. Total sasaran vaksinasi Lapas Palu nantinya 843 napi.

“Pelaksanaan vaksinasi bekerjasama dengan Sat Brimobda dan Biddokes Polda Sulteng,” terang Gamal.

Jalil, salah satu napi Lapas Palu yang mengikuti vaksinasi menyampaikan ucapan terima kasih. Ia mengimbau napi lainnya tak perlu takut mengikuti vaksinasi untuk mencegah virus corona.

“Terima kasih kepada pihak Kanwil dan Lapas yang telah memperhatikan nasib kami melalui program vaksinasi,” ucap Jalil. (**)

Ayo tulis komentar cerdas