Sunar Agus. (Foto: Istimewa)
  • Sunar: Langsung Bebas Enam Orang

Palu, Metrosulawesi.id – Warga binaan pemasyarakatan (warbin) di Sulawesi Tengah ikut mendapat remisi umum dalam rangka HUT ke-76 Republik Indonesia Tahun 2021. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulteng, Sunar Agus, mengungkapkan total warbin yang mendapat remisi 2.082 orang.

“Dari jumlah narapidana dan anak pidana sebanyak 2.721, yang mendapat remisi umum 17 Agustus 2021 sebanyak 2.082 orang,” ungkapnya, Senin 16 Agustus.

Sunar menyebut dari 2.082 yang mendapat remisi, 2.014 merupakan narapidana dan sisanya 24 orang anak pidana. Rinciannya dari Lapas Palu sebanyak 588 orang, Lapas Luwuk 270 orang, Lapas Ampana 169 orang, Lapas Tolitoli 161 orang, Lapas Kolonodale 111 orang, Lapas Leok 101 orang, Lapas Parigi 159 orang, Lapas Perempuan Palu 73 orang, LPKA Palu 22 orang, Rutan Palu 213 orang, Rutan Donggala 56 orang, dan Rutan Poso 91 orang.

Anak pidana yang mendapat remisi dari Lapas Luwuk 4 orang, Lapas Tolitoli 3 orang, Lapas Kolonodale 1 orang, Lapas Leok 1 orang, dan LPKA Palu 15 orang. Dari ribuan yang mendapat remisi, enam orang akan langsung bebas.

“Bebas tanggal 17 Agustus 2021 sebanyak 6 orang yaitu di Lapas Luwuk 8 orang, Lapas Parigi 1 orang, dan Rutan Donggala 3 orang,” ucap Sunar.

Dia mengatakan pemberian SK remisi dilakukan secara simbolis secara virtual pada 17 Agustus 2021. Napi yang berhak mendapat remisi harus memenuhi ketentuan berlaku berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

Selain itu, PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, yang telah diubah menjadi PP Nomor 99 Tahun 2012 dan Keppres Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

Syarat mutlak pemberian remisi kepada napi yaitu telah menjalani masa hukuman minimal 6 bulan dan tentunya harus berkelakuan baik. Tapi meski berkelakuan baik apabila belum menjalani hukuman selama 6 bulan dipastikan tak bisa menerima remisi.

Diharapkan remisi yang diberikan dapat memotivasi napi untuk penyadaran diri agar berbuat baik. Dengan begitu ketika kembali ketengah-tengah masyarakat akan cepat diterima, khususnya di lingkungan keluarga.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas