Abdullah Yahya. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Belum dimulakan sidang perdana gugatan  Citizen Lawsuit (Gugatan warga negara) yang dilakukan oleh lima orang warga Kabupaten Donggala terhadap 25 anggota DPRD, satu orang penggugat atas nama Abdullah Yahya (AY) memilih mundur dan tidak ingin melanjutkan gugatannya terhadap 25 anggota DPRD.

“Iya saya mundur, tetapi saya no coment, jika ditanya alasannya, saya tetap no coment la,” kata AY ditemui di kediamannya  di Kelurahan Labuan Bajo Kecamatan Banawa, Minggu 15 Agustus 2021.

Dikatakannya, ia adalah ketua FKUB yang memiliki niat baik memperbaiki hubungan dua lembaga di kabupaten  Donggala, legislatif dan eksekutif, tetapi di tengah jalan disalahartikan.

“FKUB itu berdiri di tengah-tengah, saya tetap no coment, saya memilih keluar dari lima orang yang menggugat DPRD, ditanya alasan no coment,” sebutnya lagi.

Abdurrachman Kasim. (Foto: Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)

Terpisah kuasa Hukum Penggugat DPRD Rahman Kasim (RK) yang dikonfirmasi perihal mundurnya salah satu anggota penggugat (AY) mengatakan tak masalah jika Abdullah Yahya (AY) mundur, karena menurutnya itu adalah hak pribadinya.

“Karena gugatan CSL biar satu orang yang penting warga negara Indonesia, nanti dilihat sidang perdananya bosq hari Kamis 19 Agustus,” jawab Rahman Kasim dikonfirmasi Sabtu.

“Nanti hari Selasa kita ketemu mau wawancara untuk meluruskan semua berita,” sebutnya lagi.

Diketahui, 25 anggota DPRD digugat sekelompok masyarakat, gugatan itu akibat proses hak angket yang dilakukan anggota DPRD.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas