Kepala PT Pelni Cabang Palu, H. Dicky Dermawandi, SE. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero Cabang Palu menyampaikan bahwa omset penjualan tiket kapal selama beberapa bulan terakhir mengalami penurunan hingga 50%.

Demikian hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Cabang PT PELNI (Persero) Cabang Palu/Donggala Dicky Dermawandi SE. usai dihubungi Metrosulawesi melalui sambungan telepon, Jumat (13/8/2021).

Diakuinya, ini terjadi akibat kondisi pandemi covid 19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPK). Ditambah kebijakan pemerintah terkait aturan yang mewajibkan penumpang menunjukkan persyaratan tertentu.

“Penjualan tiket sampai saat ini berjalan seperti biasanya. Namun, kita tetap mengikuti instruksi berdasarkan aturan dari Kementerian Perhubungan dan sesuai surat edaran terakhir yang Pemerintah Daerah keluarkan,” terangnya.

Misalnya, lanjut dia, mengharuskan para penumpang kapal untuk membawa kartu vaksinasi dan surat keterangan antigen. Ia juga menyebutkan selama dua minggu kedepan aktivitas pelayaran yang masuk ke Pelabuhan Pantoloan hanya satu kapal.

“Yaitu KM Lambelu yang dapat beroperasi dua minggu kedepan. Kalau untuk KM Labobar ada melaksanakan perawatan atau perbaikan mesin secara rutin setiap tahun di Kota Surabaya, jadi belum bisa beraktivitas,” tuturnya.

Sedangkan, kata Dicky, jumlah penumpang yang rata-rata sebelumnya mencapai kurang lebih sekitar 300 orang. Tetapi hingga kini setiap kali kapal bersandar di Pelabuhan tercatat menurun hampir sebesar 100_an penumpang.

“Harga tiket tetap dan sampai hari ini tidak mengalami kenaikan. Kebanyakan penumpang yang datang maupun berangkat memilih tujuan Kalimantan,” ungkapnya.

Selain mengangkut penumpang, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero Cabang Palu juga membantu Sulawesi Tengah khususnya dalam hal melakukan pendistribusian beberapa kebutuhan bahan pokok ke daerah lain.

“Tentunya kita mendukung penuh geliat perekonomian di Sulteng, bukan hanya dari segi pelayaran saja. Tapi perlu menjaga kestabilan harga berbagai kebutuhan sembako di masyarakat,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas