Pempinan Bulog Kanwil Sulteng, Basirun (kiri) saat menyerahan beras untuk para ASN yang terima langsung secara simbolis oleh Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapatta. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Sigi, Metrosulawesi.id – Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah secara resmi menjalin Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi terkait pemenuhan kebutuhan beras Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh lingkungan pemerintahan kabupaten.

Memorandum of Understanding (MoU) langsung ditandatangani oleh Pempinan Bulog Kanwil Sulteng, Basirun dan Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapatta di Kantor Bupati Sigi dan disaksikan beberapa Kepala OPD dan Camat, Rabu (4/8/2021).

Dalam sambutannya, Pempinan Bulog Kanwil Sulteng, Basirun menyampaikan bahwa saat ini peran Bulog adalah sebagai pelaksana fungsi yang ditugaskan oleh pemerintah. Diantaranya, menyediakan stok pangan hingga melakukan stabilisasi harga.

“Ketika dulu kami banyak menyerap beras petani yang digunakan untuk kegiatan Rastra ataupun Raskin, dan itulah sistem hulu hilir sampai terjaga. Artinya serapan beras ke petani kami terus berupaya maksimalkan,” tuturnya.

Di era sekarang ini, kata dia, khususnya sejak tahun 2019 program pemerintah telah berubah menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Di mana keluarga penerima manfaat akan memperoleh dana  tunai yang nantinya dibelikan sembako ke beberapa agen pilihan Kementrian maupun pemerintah daerah.

“Di situlah bagi Bulog menjadikan era ini untuk sebagai transformasi bisnis. Sehingga hulu hilirnya tetap terjaga karena dalam amanat yang telah ditentukan negara bahwa Bulog diminta harus terus melakukan stabilisasi harga di tingkat petani sampai kepada produsen dan konsumen,” ungkapnya.

Di satu sisi, dirinya mengaku hal tersebut menjadi tantangan besar bagi Bulog. Sebab, kata dia, pihaknya hingga kini terus berusaha mencari pasar dalam rangka stabilisasi. Ia menyebutkan inilah yang coba dibayangkan melalui koordinasi dan selalu berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Kemudian kita akan menciptakan pasar khusus agar supaya beras dari petani lokal tetap diserap. Dan nanti bisa disalurkan seperti contoh dalam hal ini melalui pasar Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kalau pola tersebut tercapai, maka secara tidak langsung membantu pengelolaan untuk para petani,” sebutnya.

Sementara Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapatta menyambut baik program yang dikelolah pihak Bulog. Menurutnya, beras yang ada di Sigi bisa langsung masuk ke pasar pembelian. Sehingga, diharapkan para OPD wajib untuk mengakomodasi kerjasama ini.

“Kita mulai dari sekarang, demi mendukung dan memberdayakan petani kita sendiri. Kita juga harus mencintai produk lokal karena ini merupakan salah satu langkah strategis untuk membuktikan kalau kita hadir sebagai konsumen utama hasil kita sendiri,” ujar Irwan Lapatta.

“Pimpinan OPD yang bertanggungjawab, beras yang ada ini dari petani, kita bangkitkan ekonomi mereka. Karena yang masih sangat kuat bertahan ditengah pandemi covid 19 adalah sektor pertanian,” tambahnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas