SIMBOL KEMATIAN - Kades marana Lutfin bersama warganya bentangkan kain putih di ruang sidang utama DPRD Donggala, Selasa 3 Agustus 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Kades: Simbol Kematian bagi Pemimpin Donggala

Donggala, Metrosulawesi.id – Sebanyak 12 unit perahu, Selasa 3 Agustus 2021 berlabuh di Anjungan Gonenggati Kelurahan Kabonga Kecil Kecamatan Banawa, Donggala. Perahu itu ditumpangi puluhan warga Desa Marana Kecamatan Sindue.

“Karena covid, ada pemeriksaan di jalan, kami bersama warga menggunakan perahu dari Marana ke Banawa untuk menghadiri undangan pansus hak angket, sekaligus membawa kain kafan ukuran 30 meter ke DPRD,” kata Kades Marana, Lutfin, Selasa 3 Agustus 2021.

“Menggunakan perahu dari Desa Marana hanya memakan waktu 15 menit saja, kalau naik mobil itu satu jam lebih baru sampai di Donggala, total itu ada 50-an warga yang ikut naik perahu,” sebutnya.

Ditanya tujuan membawa kain puting berukuran 30 meter ke DPRD, lutfin menjelaskan kain itu simbol tanda kematian bagi pemimpin Donggala. Sebab menurutnya, Kasman Lassa sebagai pemimpin daerah sudah tidak layak lagi karena telah melanggar UU Nomor 6 tentang Desa.

“Di kain kafan ini berisikan dukungan tanda tangan warga Desa Marana yang meminta Kasman Lassa untuk segera mundur dari jabatannya sebagai bupati, kami sengaja membawa ini ke DPRD,” sebutnya.

“Kasman Lassa tidak layak lagi jadi bupati, terlalu banyak sudah hal yang keluar dari jalur aturan khususnya desa, Kasman Lassa telah melanggar UU Nomor 6 tentang Desa, kewenangan desa utamanya pengelolaan keuangan, Kasman Lassa telah merampas menahan ADD dan DD. Padahal di dalamnya terdapat kebutuhan penanganan covid, BLT, padat karya tunai, dan stunting, sudah setahun dana kami ditahan,” jelasnya.

Ditambahkannya kain 30 meter yang sudah dibubuhi tanda tangan ini merupakan simbol perlawanan.

“Perjuanagan kami alhamdulillah telah sampai ke Kementerian Desa, pihak kementerian meminta kronologis tidak cairnya dana desa dan kami sudah serahkan itu, Kasman Lassa harus turun dari jabatannya menjadi bupati,” tutupnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas