Yudiawati Vidiana. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Tahap I, Sulteng Dapat Vaksin Moderna 1.430 Vial

Palu, Metrosulawesi.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapat jatah vaksin Moderna gelombang pertama sebanyak 1.430 vial. Vaksin ini dikhususkan kepada tenaga kesehatan (Nakes) di Sulteng.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Sulteng dr Jumriani Yunus saat melakukan vaksinasi tahap III, seperti dimuat dalam rilis dari bagian Humas Pemprov Sulteng yang diterima Metrosulawesi, Senin 2 Agustus 2021.

Menurut Jumriani, Vaksin Moderna tahap ini diutamakan untuk nakes yang berada di faskes (fasilitas kesehatan), yang melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19 dan nakes yang melakukan pelayanan kepada masyarakat.

“Sesuai petunjuk bapak Gubernur, Dinas Kesehatan Provinsi akan mendistribusikan vaksin Moderna gelombang pertama ke kabupaten dan kota sesuai dengan kuota,” sebutnya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat segera mengirimkan vaksin Moderna gelombang kedua di Sulawesi Tengah.

Hal senada juga dikemukakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sulteng, Yudiawati Vidiana. Dia menyebut hanya tenaga kesehatan (nakes) penanganan Covid-19 yang akan mendapat suntikan Moderna sebagai vaksinasi tahap tiga atau booster.

“Kemarin sudah uji coba, termasuk untuk pak Kadis dan vaksinator-vaksinator,” ungkap Yudiawati, Senin, 2 Agustus 2021.

Dia mengatakan tujuan penyuntikan booster Moderna untuk memperkuat vaksin yang sebelumnya sudah disuntikkan ke nakes. Sebab nakes penanganan Covid dianggap paling rentan terpapar karena setiap hari berhadapan dengan pasien terkonfirmasi positif corona.

“Tujuannya untuk pencegahan lebih kuat disebut sebagai booster untuk nakes,” ujar Yudiawati.

Yudiawati menuturkan untuk pelayanan vaksinasi kepada masyarakat umum telah kembali dibuka. Hanya saja, pelayanan yang dibuka untuk vaksinasi dosis kedua sebab stok vaksin masih terbatas.

Namun demikian, pihaknya terus berupaya agar stok vaksin segera tersedia untuk melayani vaksinasi dosis kesatu. Diperkirakan dalam tiga sampai empat hari ke depan akan ada tambahan stok vaksin merek Sinovac.

“Yang ada sekarang untuk dosis dua, yang dosis pertama diupayakan empat hari kemudian,” pungkas Yudiawati.

Sebelumnya, Yudiawati mengakui vaksinasi virus corona Covid-19 terkendala stok vaksin.

“Kita terkendala dengan jumlah vaksin yang tersedia, tetapi pada prisipnya kita tetap jalankan,” ungkapnya, Rabu, 28 Juli 2021.

Yudiawati mengungkapkan saat ini antusias masyarakat mengikuti vaksinasi sangat tinggi namun belum semuanya terlayani karena keterbatasan stok vaksin. Stok vaksin terbatas karena pusat menjatah kepada masing-masing daerah.

“Di tempat pelayanan seperti Puskesmas memang sebagian sudah tidak ada vaksin,” ucap Yudiawati.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas