PENINJAUAN - Wakil Wali Kota Palu, dr Reny A Lamadjido, didampingi Dirut RSUD Anutapura Palu, drg,Herry Mulyadi saat meninjau lokasi yang akan dijadikan tempat perawatan pasien Covid-19. (Foto: Ist/ Dok. Herry Mulyadi)
  • Kota Palu: 378 Positif, 64 Sembuh, 6 Meninggal, 1.446 Dirawat

Palu, Metrosulawesi.id Kasus positif virus Corona (Covid-19) bertambah 827 pada hari ini, Selasa 3 Agustus 2021.  Tambahan itu membuat total jumlah kasus positif Covid-19 di Sulawesi Tengah (Sulteng)  kini mencapai 24.824  sejak pertama kali diumumkan merembak di Sulteng pada awal Maret 2020.

Dari total kasus positif itu, sebanyak 16.919 di antaranya telah sembuh. Pasien yang sembuh usai terinfeksi virus Corona bertambah 308 dari hari sebelumnya.

Pasien yang meninggal dunia usai terinfeksi virus Corona bertambah 16 pada hari ini. Dengan demikian, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Sulteng  kini mencapai 701 orang.

Jumlah spesimen yang diperiksa di UPT Laboratorium Dinas Kesehatan Sulteng 1.363 sampel. Sementara kasus aktif Caovid-19 kini berjumlah 7.204 orang.

Penambahan harian Covid-19 diketahui kini tembus 827 kasus selama beberapa waktu terakhir. Rekor tertinggi mencapai 819 kasus pada 28 Juli kemarin.

Kasus positif Covid-19 melonjak tinggi beberapa pekan usai libur panjang Idul Adha. Tak hanya pasien positif, warga yang meninggal juga bertambah banyak. Sejauh ini, banyak daerah yang kesulitan menangani jumlah pasien baru yang terus bertambah.

Tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) juga sudah mencapai lebih dari 90 persen di sejumlah daerah. Sejumlah  tenaga kesehatan pun dinyatakan positif dan ada yang meninggal dunia.

Data pada Pusat Data Nasional (Pusdatina) Covid-19 Sulteng, menyebutkan Kota Palu penyumbang terbanyak pasien baru terinfeksi virus Corona yakni 378 orang. Di susul Kabupaten Poso sebanyak 93 orang, dan Parigi Moutong (Parimo) sebanyak 76 orang.

Berikutnya, di Kabupaten Sigi bertambah 65 pasien baru positif, Banggai aa tambahan 47 positif, Donggala ada tambahan 43 pasien positif. Toli-Toli dan Morowali Utara (Morut) masing-masing ada tambahan 32 pasien positif, serta Morowwali bertambah 17 orang.

Selanjutnya di Kabupaten Tojo Una Una bertambah 15 orang, Buol 12 orang,  Banggai Laut (Balut) 10 orang, serta tambahan tujuh pasien baru positif di Banggai Kepulauan (Bangkep).

Sumber: Pusdatina Covid-19 Sulteng.

Pasien Covid-19 yang sudah sembuh, dilaporkan terbanyak berada di Kabupaten Banggai dengan jumlah 99 orang. Di bawahnya ada Kota Palu 64 orang dan Parimo bertambah 62 orang sembuh.

Lalu, di Morut ada tambahan sebanyak 48 orang, Toli-Toli 15 orang, Bangkep 11 orang, Morowali delapan orang, serta Tojo Una Una bertambah satu pasien sembuh.

Sebaran angka kematian diakibatkan virus Corona, Kota Palu menjadi daerah terbanyak melaporkan pasien Covid-19 tutup usia yanki enam orang. Kemudian di Banggai empat pasien meninggal. Sisanya Sigi dan Morowali melaporkan masing-masing dua pasien meninggal, serta Parimo dan Morut juga masing-masing melaporkan satu pasien Covid-19 meninggal.

Pasien aktif Covid-19 menjalani perawatan di sejumah rumah sakit dan isolasi mandiri, kali ini terbanyak ada di Kota Palu dengan jumlah 1.446 orang. Dari jumlah itu,   1.149 pasien memilih menjaani prawatan isolasim mandiri di rumah.

Terbanyak berikutya ada di Kabupaten Bangai dengan jumlah 1.204 orang, Poso aa 708 pasien Covid-19, di Sigi sebanyak 700 pasien. Di Tojo Una Una ada 584 pasien, Toli-Toli 555 pasien, dan Morut ada 539 pasien.

Di Morowali ada 455 pasien, Parimo 353 pasien, Donggala 202 pasien, Buol 160 pasien, Bangkep 152 pasien, serta Balut sebanya 146 pasien.

Pemerintah Sulteng dalam menekan merembaknya vrus Corona, secara kontinyu memberikan warning kepada warganya.

Dikutip berbagai sumber, salah satu memutus mata rantai penularan virus Corona, yakni pencegahan di level masyarakat, diantaranya;

a. Dilarang berdekatan atau kontak fisik dengan orang mengatur jarak minimal 1 meter, tidak bersalaman, tidak berpelukan dan berciuman.

b. Hindari penggunaan transportasi publik (seperti kereta, bus, dan angkot) yang tidak perlu, sebisa mungkin hindari jam sibuk ketika berpergian.

c. Bekerja dari rumah (Work From Home), jika memungkinkan dan kantor memberlakukan ini.

d. Dilarang berkumpul massal di kerumunan dan fasilitas umum.

e. Hindari bepergian ke luar kota/luar negeri termasuk ke tempat-tempat wisata.

f. Hindari berkumpul teman dan keluarga, termasuk berkunjung/bersilaturahmi tatap muka dan menunda kegiatan bersama. Hubungi mereka dengan telepon, internet, dan media sosial.

g. Gunakan telepon atau layanan online untuk menghubungi dokter atau fasilitas lainnya.

h. Jika Anda sakit, Dilarang mengunjungi orang tua/lanjut usia. Jika Anda tinggal satu rumah dengan mereka, maka hindari interaksi langsung dengan mereka.

i. Untuk sementara waktu, anak sebaiknya bermain sendiri di rumah.

j. Untuk sementara waktu, dapat melaksanakan ibadah di rumah. (*/is)

Ayo tulis komentar cerdas