MOTESA NGATA - Suasana Motesa Ngata jilid 5 dengan tema 'Tangkal Hoax dengan Literasi Digital yang digelar hari Jumat, 30 Juli 2021 lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id – Maraknya kabar atau berita bohong (hoax) menjadi permasalahan khusus di Indonesia dewasa ini. Walaupun info dusta itu terjadi di dunia maya atau internet, tetapi mampu menghasut konflik masyarakat bahkan dalam skala besar.

Guna menyikapi dampak tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palu akan membentuk program menangkal hoax di tingkat kelurahan, berjuluk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Kelompok tersebut nantinya ditugaskan mulai dari mengumpulkan informasi, hingga berupaya mengolah serta mengatasi suatu informasi bohong.

Menurut Ichsan Hamzah, Kepala Dinas Kominfo Palu, KIM akan dibentuk di 46 kelurahan di Kota Palu.Program tersebut mencuat ketika Ichsan Hamzah menjadi salah satu narasumber di acara Motesa Ngata (Bincang Kota) jilid 5 bertema ‘Tangkal Hoax Dengan Literasi Digital’, yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu, Jumat  pekan lalu.

“KIM ini dibentuk guna mencegah atau menangkal berbagai informasi keliru pemicu konflik sosial, salah satunya di sosmed (sosial media) atau (disebut) hoax ini,”

Sejauh ini lanjut dia, KIM sudah terbentuk di beberapa kelurahan dan selanjutnya akan dibentuk secara merata di seluruh kelurahan di Kota Palu.

“Sebenarnya KIM sudah ada (beroperasi di kelurahan), tetapi masih sebagian kecil dan kurang efektif. Makanya kami akan tingkatkan (operasi) KIM inj,” bebernya.

Namun Ichsan belum memastikan kapan KIM yang baru mulai dibentuk di setiap kelurahan.

“Kami akan koordinasi dulu, khususnya di semua pihak kelurahan. Kami harap KIM ini bisa efektif nantinya meluruskan setiap informasi kepada warga,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas