DENGAR PENDAPAT- Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Tengah, Wiwik Jumatul Rofi'ah saat rapat dengar pendapat dengan Satgas Covid-19 Sulteng di DPRD, Senin 8 Agustus 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Elwin Kandabu)
  • Wiwik Soroti Rakor Covid-19 Pemda Tanpa Hasil

Palu, Metrosulawesi.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus Pengawasan Penanggulangan Covid-19 bersama mitra terkait yang digelar Senin 2 Agustus 2021, menjadi anti klimaks bagi Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Tengah, Wiwik Jumatul Rofi’ah. Paparan Satgas Covid-19 Sulteng jauh dari harapannya.

Wiwik sedari awal menaruh ekspektasi, Satgas Covid-19 sudah memaparkan rencana detil menyelesaikan pandemi Covid-19. Bahkan Asisten I Setdaprov Sulteng Faisal Maang dalam RDP mengaku sudah dua kali pemerintah provinsi melaksanakan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda.

Sayangnya, apa yang diutarakan Faisal Maang itu, dinilai jauh dari kata solutif dalam menangani Covid-19, itu terlihat dari paparan peserta RDP khususnya di jajaran pemerintah provinsi. Dalam rapat anggota dewan hanya mendengarkan laporan lonjakan kasus, banyaknya permasalahan di lapangan tanpa ada solusi, bahkan rumah sakit harus merawat orang di tenda-tenda darurat karena over load, hingga naiknya harga regultaor dari biasanya Rp2,5 juta kini mencapai Rp3,8 juta.

“Apa yang disampaikan sesungguhnya jauh dari ekspektasi saya. Apalagi Asisten I sudah katakan telah melaksanakan rapat koordinasi sebanyak dua kali. Tapi yang dipaparkan hari ini, hanya itu-itu saja, lonjakan kasus, rumah sakit sudah tidak nampung dan lain-lain,” ujar Wiwik kecewa.

Harusnya lanjut Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng ini, dua kali rapat koordinasi Pemda itu sudah dijabarkan dalam RDP ini upaya yang sudah dilakukan dalam pencegahan maupun penanggulangan Covid-19.

“Sebenarnya saya ingin mendengar dalam RDP ini, pemda ataupun Satgas Covid-19 provinsi memberikan solusi kepada pemerintah kabupaten/kota, membantu meringankan persoalan mereka di lapangan. Sayangnya itu tidak terjabarkan hari ini,” kesalnya.

Mestinya Satgas membantu pemerintah kabupaten/kota dalam menyediakan isolasi mandari terpusat (Isoter) di kabupaten/kota, karena biar bagaimanapun pemerintah kabupaten/kota memiliki keterbatasan.

“Pemda juga memperlakukan pasien juga tidak manusiawi dengan membiarkan pasien dirawat di lantai rumah sakit. Semestinya hotel-hotel sudah selayaknya dijadikan rumah sakit darurat, biar pasien, tenaga kesehatan (nakes) juga nyaman dalam menerima dan melayani perawatan,” tuturnya.

Sorotan juga diutarakan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Muharram Nurdin. Dia melihat melihat kondisi peningkatan yang terkonfirmasi positif covid 19, maka menyarankan pemerintah daerah untuk melakukan isolasi terpusat dengan menyewa hotel tidak seperti sekarang isolasi mandiri (isman) yang tersebar tanpa kontrol yang ketat. APBD Provinsi Sulteng tahun 2021 tersedia 153 miliar.

“Saya kira cukup untuk menyewa hotel untuk merawat pasien bukan dengan cara mendirikan tenda. Tenda darurat itu hanya menambah penderitaan pasien dan nakes,” tegas Muharram.

Sementara untuk menyiasati jumlah nakes yang terbatas, pemerintah daerah bisa menyewa mahasiswa dari Fakultas kedokteran dan siswa SMK kesehatan yang ada di Palu.

“Saya kira dengan mengundang mereka untuk terlibat pasti keluhan soal kekurangan nakes sedikit bisa teratasi,” tuturnya.

Selain itu pemerintah juga harus punya target jumlah masyarakat yang divaksin setiap hari. Oleh karena itu harus ada upaya ekstra untuk mendatangkan vaksin.

Kembali ke soal isolasi, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulteng ini juga menyarankan pemerintah menggunakan jasa rumah-rumah makan sebagai penyedia makanan dengan transportasi ojek online. Dengan demikin selain pelayanan kesehatan pemerintah juga sudah menggerakkan roda ekonomi khususnya kepada pelaku usaha kecil.

Untuk keluhan kekurangan oksigen, sebaiknya pemerintah mengundang distributor dan penyalur untuk membantu pemerintah dengan menjamin ketersedian pasokan dan tidak menaikkan harga.
Dewan Sarankan Buka Isoter

Reporter: Elwin Kandabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas