Apotek Madinah berlokasi di Jalan Setiabudi, Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Sudah hampir dua minggu terakhir ini sejak merebaknya virus corona, penyediaan stok vitamin hingga kini mulai mengalami kelangkaan di setiap apotek di Kota Palu

Pantauan Metrosulawesi di beberapa apotek Kota Palu, Sabtu (31/7/2021), ketersediaan vitamin maupun obat untuk pasien positif terpapar covid 19 juga tidak ada diperjual belikan.

Melinda, Asisten Apoteker Madinah yang ada di Jalan Setiabudi mengungkapkan banyaknya pesanan vitamin dan obat-obatan dari masyarakat membuat stok sudah berkurang.

“Pemesanan vitamin dan obat anti bodi meningkat 50% selama covid-19. Kalau untuk harga pasti juga naik sesuai dengan pasar. Tapi kami menjual tidak terlalu signifikan kenaikannya,” katanya.

Diungkapkan, dampak yang ditimbulkan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari pemerintah membuat omset pendapatan Apotek Madinah semakin naik.

“Pengaruh positif karena PPKM adalah 25% kenaikan hasil penjualan kami. Tetapi stok vitamin untuk pasien covid yang sedang menjalani isolasi mandiri sudah berkurang,” ungkapnya.

Sama halnya disampaikan Nurhawa selaku pemilik Apotek Fauzy Farma di Jalan I Gusti Ngurah Rai. Diakuinya, pada awalnya sebelum virus corona merebak penyediaan stok vitamin masih tercukupi.

“Tapi semakin hari stoknya terbatas dan bahkan sampai tidak ada sama sekali. Karena sekarang lagi dibutuhkan oleh masyarakat khususnya pasien covid yang menjalani isolasi mandiri,” tuturnya.

Sementara itu, ia mengatakan untuk obat anti virus apotek tersebut tidak menyediakan. Sedangkan, dijelaskan yang lagi dicari saat ini untuk dikonsumsi masyarakat ialah vitamin D dan vitamin C.

“Kalau vitamin bagi pasien isolasi mandiri sebenarnya yang antioksidan, seperti vitamin C, vitamin D, dan dipadukan dengan vitamin E, namun tetap harus disesuaikan kebutuhan tubuh,” jelasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas