RUSAK - Tampak kerusakan berupa lubang besar di Jalan Pue Bongo, Kelurahan Boyaoge, Kota Palu, yang menyasar hampir di seluruh badan jalan. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id – Kondisi rusak telah terjadi cukup lama pada Jalan Pue Bongo, Kota Palu.  Jalan yang menggunakan nama tokoh masyarakat lampau Suku Kaili itu mengalami kerusakan mulai sekitar 30 meter arah selatan menuju traffic light (lampu merah) penghubung Jalan Beringin dan Sungai Manonda hingga sekitar 50 meter arah utara menuju Jalan Sis Aljufri.

Titik terparah berada sekitar 10 meter arah selatan menuju lampu merah. Di titik itu, terdapat lubang aspal besar dengan lebar lebih dari setengah lebar jalan.

Tak sampai di situ, sebelah kiri jalan berdekatan dengan sebuah warung makan Padang, muncul air limbah dengan volume cukup deras mengalir pada bagian pinggir jalan Pue Bongo.

Bahkan garis patahan imbas gempa bumi 28 September 2018 lalu pun kian menambah sederet masalah kerusakan Jalan Pue Bongo.

Bisa dipastikan, kenyamanan dan rawannya kecelakaan risiko nyata yang harus dihadapi pengguna Jalan Pue Bongo, terkhusus pengendara motor.

Kondisi Jalan Pue Bongo sangat membutuhkan perhatian serta penanganan serius oleh Pemerintah Kota Palu. Selain jalan tersebut menjadi penghubung dari area pemukiman menuju pusat kota, juga banyak warga yang membuka UMKM di sekitar titik tersebut. Reportase media ini sebelumnya juga pernah menerbitkan berita yang membahas tentang kerusakan Jalan Pue Bongo, dengan spesifikasi narasi berita membahas irigasi air got yang meluap hingga ke badan jalan. Bisa dipastikan, Jalan Pue Bongo adalah salah satu jalan yang rusak parah di antara jalan dalam Kota Palu.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas