FOTO BERSAMA - Peserta Pembekalan Program Transfer Kredit International antara Untad dengan Walailak University Thailand foto bersama pada Jumat 23 Juli 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Tadulako melalui International Office (iO) mendapatkan program bantuan berupa International Credit Transfer (ICT) atau Transfer Kredit International oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). ICT juga merupakan bagian dari program MBKM (merdeka belajar kampus merdeka).

“Untad melalui iO telah berhasil menjadi salah satu yang lolos dalam kompetisi untuk mendapatkan bantuan ICT tersebut,” ungkap Kepala Io Untad, Prof Marsetyo saat Pembekalan Program Transfer Kredit International antara Untad dengan Walailak University Thailand pada Jumat 23 Juli 2021.

Prof Marsetyo menjelaskan ICT merupakan sebuah mekanisme pengakuan beban kerja dan prestasi yang diperoleh oleh mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan dari suatu lembaga pendidikan tinggi ke lembaga pendidikan tinggi lainnya secara internasional.

“Sesungguhnya pengalihat kredit dan pemerolehan kredit dapat dilakukan antar program studi yang sama atau berbeda baik antar PT dalam negeri maupun luar negeri,” jelasnya.

Program yang dicanangkan pertama kali pada tahun 2021 ini, juga berfokus terhadap kesiapan insan pendidikan dalam mengantisipasi derasnya persaingan global dalam berbagai aspek. Adapun hibah atau bantuan yang diberikan Dikti meliputi biaya pendaftaran mata kuliah, bantuan biaya hidup, biaya pembelian buku atau akses jurnal dan biaya pengelolaan program.

Prof Marsetyo menuturkan bahwa iO saat ini sedang menjalin kerja sama dengan universitas lain diluar negeri. Selain itu, iO juga melakukan komunikasi dengan perguran tinggi lain di Korea Selatan, Taiwan dan lainnya.

“Rencananya di minggu pertama Agustus 2021, kami akan melakukan penandatangan naskah kerja sama antara Untad dengan Universitas Teknologi Mara (UTM) Malaysia. Dalam program ICT ini terdapat 10 mahasiswa Untad yang berhasil lolos. Kesepuluh Mahasiswa yang berasal dari prodi Bahasa Inggris merupakan kuota maksimal yang diajukan dalam proposal ICT. Seleksi dilakukan berdasarkan kemampuan bahasa inggris yang dibuktikan dengan tes TOEFL dan kompetensi akademik lewat tes wawancara,” ujar Prof Marsetyo.

DiHarapkannya tahun depan mahasiswa yang berhasil terpilih tidak hanya berasal dari prodi Bahasa Inggris saja melainkan perwakilan dari prodi lainnya sehingga berpengaruh daya saing secara global sekaligus untuk peningkatan akreditasi prodi maupun institusi.

Dalam materinya, Sekretaris iO Untad, Elisa Sesa M.Si Ph.D, menuturkan terkait budaya akademik untuk mengikuti program transfer kredit kerjasama antara Untad dan Walailak University Thailand.

“Mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program ini nantinya harus memiliki tiga hal diantaranya kerajinan, sikap (attitude) serta ketepatan waktu. Selain itu, mahasiswa harus berkomitmen untuk benar-benar memperhatikan materi yang diberikan selama mengikuti program ini. Kemudian jangan ragu untuk memberikan pertanyaan jika anda tidak mengerti serta jangan takut salah karena setiap dari anda masih dalam proses belajar,” ucap Elisa.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas