CULIK PASIEN - Detik-detik keluarga mengambil paksa pasien Covid-19 yang tengah dirawat di RSUD Anuntaloko Parigi, Kamis malam 29 Juli 2021. Aksi ini terekam CCTV milik rumah sakit. (Foto: CCTV RSUD Anuntaloko)

Parimo, Metrosulawesi.id – Sebanyak enam orang dari keluarga pasien Covid-19, mengambil paksa keluarganya yang tengah dirawat di RSUD Anuntaloko, Kamis 29 Juli 2021. Aksi itu terekam CCTV rumah sakit.

Video pengambilan paksa pasien itu, sempat viral. Dari video itu terlihat, enam pria masuk ke dalam ruang perawatan. Salah satunya langsung mengemasi sejumlah barang-barang. Sedangkan yang lainnya sempat keluar ruangan. Keluarga pasien masuk ke rumah sakit dengan membongkar pintu bagian belakang rumah sakit.

Namun beberapa saat kemudian, tiga orang masuk lagi, mengobrak-abrik sejumlah barang yang ada di dalam ruang perawatan. Setelah itu ketiganya mengangkat paksa pasien yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Mereka langsung membawa pasien keluar dari ruangan.

Beberapa saat kemudian dua orang di antara mereka balik lagi mengambil sejumlah barang termasuk beberapa barang milik rumah sakit.

Video berdurasi 3 menit 40 detik itu juga terdengar suara sejumlah perawat yang melihat rekaman CCTV tersebut. Salah seorang perawat menyebutkan bahwa pasien tersebut berasal dari Sausu. Pasien itu dirawat karena positif Covid-19.

Menurut Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Revi Tilaar, bahwa di dalam CCTV milik RSUD Anuntaloko Parigi tersebut, terlihat jelas keluarga pasien, selain menjemput paksa keluarganya yang terkonfirmasi Covid-19, mereka juga melakukan pengrusakan fasilitas yang ada di dalam ruangan rawat pasien Covid-19 dan terlihat jelas keluarga pasien Covid-19 me mengambil beberapa barang milik rumah sakit.

“Mereka mencuri kabel rol milik RSUD Anuntaloko,” ungkap dr. Revi melalui ponselnya, Jumat 30 Juli 2021.

Kasus pengambilan paksa pasien itu telah diadukan pihak RSUD Anuntaloko ke kepolisian.

Ia menambahkan, kemungkinan penyebab keluarga pasien tersebut mengamuk karena keterlambatan tabung oksigen di rumah sakit. Pada saat oksigen akan diganti, mereka langsung memberontak dengan merusak pagar RS di ruang VIP.

“Oksigen terlambat datang, karena terjadi peningkatan pasien, sehingga butuh penambahan oksigen,” kata Revi.

Setiap hari RSUD Anuntaloko Parigi katanya, memesan sebanyak 120 tabung oksigen per hari, tapi yang diberikan hanya sekitar 50 tabung.

Kapolres Parimo, AKBP. Andi Batara Purwacaraka SH SIK yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sementara melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi.

“Saat ini kami sementara melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Kapolres.

Reporter: Zulfikar
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas