GENJOT VAKSINASI - Seorang warga menjalani vaksinasi Covid-19 yang digelar polisi dalam rangka HUT Bhayangkara belum lama ini di Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng mencatat capaian sasaran vaksinasi (dosis dua) baru 6,34 persen atau 142.005 jiwa sampai 28 Juli 2021. Adapun total sasaran vaksinasi di Sulteng ditetapkan sebanyak 2.135.907 jiwa.

Untuk dosis satu tercatat telah mencapai 14,8 persen atau 331.773 jiwa. Data ini dihimpun Dinkes Provinsi Sulteng dari kabupaten/kota. Diketahui, saat ini tempat-tempat pelayanan vaksinasi Covid-19 tidak melayani penyuntikan dosis pertama. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Sulteng, Yudiawati Vidiana, mengakui vaksinasi terkendala stok vaksin.

“Kita terkendala dengan jumlah vaksin yang tersedia, tetapi pada prisipnya kita tetap jalankan,” ungkapnya, Rabu, 28 Juli 2021.

Yudiawati mengakui saat ini antusias masyarakat mengikuti vaksinasi sangat tinggi namun belum semuanya terlayani karena keterbatasan stok vaksin. Stok vaksin terbatas karena pusat menjatah kepada masing-masing daerah.

“Di tempat pelayanan seperti Puskesmas memang sebagian sudah tidak ada vaksin,” ucap Yudiawati.

Sulteng dikatakan akan mendapat tambahan vaksin yang akan dikirm pada 1 Agustus mendatang. Vaksin tersebut jenis sinovac yang akan disuntikkan kepada masyarakat, termasuk anak usia remaja.

“Insyaallah, Agustus semua kembali bisa dilayani untuk vaksinasi dan persiapan untuk nakes vaksin moderna,” tandas Yudiawati.

Sebelumnya, Dinkes Provinsi Sulteng mengakui terjadi keterlambatan pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien terpapar Covid-19 dampak proses refocusing anggaran yang membutuhkan waktu.

“Memang ada keterlambatan karena lambat melakukan rofocusing. Kita idealnya bisa dapat Rp60 miliar tapi ternyata karena keterbatasan anggaran hanya Rp41 miliar,” ungkap Yudiawati, Rabu, 28 Juli 2021.

Anggaran insentif nakes untuk tahun 2021 sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Pemda kemudian harus melakukan rofocusing /realokasi untuk dialihkan ke penanganan pandemi Covid-19, salah satunya insentif nakes.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas