MINTA SUMBANGAN - Kades Marana, Lutfin SSos bersama sejumlah warganya melakukan aksi damai dengan turun ke jalan, Kamis 29 Juli 2021. Mereka meminta sumbangan kepada pengguna jalan yang lewat. (Foto: Istimewa)
  • Aksi Protes karena Dana Desa Tidak Cair

Palu, Metrosulawesi.id – Berseragam lengkap, Kades Marana, Lutfin SSos bersama warga turun ke jalan. Di sela-sela aksi damai itu, mereka mengemis—meminta sumbangan dari pengguna jalan yang melewati desa mereka.

“Kami rayakan satu tahun ditahannya Dana Desa (DD) oleh Bupati Donggala. Makanya dengan cara mengemis begini mungkin saya bisa bayarkan BLT, penanganan Covid-19, padat karya, gaji aparat desa dan lain-lain,” ujar Lutfin usai melakukan aksi minta sumbangan, di jalan poros di Desa Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala pada Kamis 29 Juli 2021.

Lutfin mengatakan, surat edaran dari Kementerian Keuangan dan Direktorat Jendral Pembangunan Desa dan Perdesaan meminta untuk percepatan penyaluran dan pemanfaatan Dana Desa. Surat edaran tersebut tidak bisa dijalankan karena Dana Desa ditahan oleh Bupati Donggala.

“Untuk menjalankan surat edaran itu, saya harus mengemis di jalan supaya bisa membayar semua hak-hak masyarakat saya,” terang Lutfin.

Rencananya aksi penggalangan dana ini akan dilakukan selama tiga hari. Yaitu mulai Kamis 29 Juli sampai dengan hari sabtu 31 Juli 2021 mendatang.

Menurut Lutfin, hal itu dilakukannya agar bisa membayar hak masyarakat Desa Marana Yang sudah satu tahun tidak mereka terima. Selain itu kata Lutfin, hanya dengan cara mengemis seperti ini agar bisa mengurangi beban dan penderitaan warganya selam satu tahun.

“Cuma dengan cara ini saya lakukan untuk meringankan beban masyarakat saya sekaligus menjawab surat edaran dari kementrian untuk percepatan penyaluran Dana BLT. Karena pemerintah Kabupaten Donggala yang tidak punya hati nurani,” pungkasnya. (*)

Ayo tulis komentar cerdas