Yudiawati Vidiana. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng mengakui terjadi keterlambatan pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien terpapar Covid-19.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Sulteng, Yudiawati Vidiana, mengungkapkan keterlambatan pencairan sebagai dampak dari proses refocusing anggaran yang membutuhkan waktu.

“Memang ada keterlambatan karena lambat melakukan refocusing . Kita idealnya bisa dapat Rp60 miliar tapi ternyata karena keterbatasan anggaran hanya Rp41 miliar,” ungkapnya, Rabu, 28 Juli 2021.

Anggaran insentif nakes untuk tahun 2021 sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Pemda kemudian harus melakukan refocusing /realokasi untuk dialihkan ke penanganan pandemi Covid-19, salah satunya insentif nakes.

Yudiawati mengatakan selain untuk insentif nakes, anggaran tersebut sebagian akan digunakan untuk pengadaan obat-obatan dan reagen. Adapun insentif nakes khusus di rumah sakit kewenangan Pemprov Sulteng yaitu RSUD Undata dan RSUD Madani.

“Waktu itu kita di bulan Maret atau April baru deal dana bisa dipakai dan terus berproses,” ujar Yudiawati.

Dia mengungkapkan insentif nakes di RS Undata dan RS Madani akan terbayarkan dalam pekan ini. Selanjutnya pencairan insentif dipastikan akan normal setiap bulannya kepada masing-masing nakes.

“Yang Juli sudah akan terbayar normal di Agustus, Agustus di September, begitu seterusnya,” ungkapnya.

Yudiawati memaklumi jika sebagian nakes mengeluhkan lambatnya pencairan insentif. Dinkes disebut telah berupaya maksimal agar para tenaga kesehatan menerima hak sesuai kinerja.

“Tapi kita sudah rapat dengan pak gubernur dan Satgas Covid akan dilakukan percepatan-perecpatan,” tandas Yudiawati.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas