Rajindra. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Dr. Rajindra menargetkan, kampus biru Unismuh Palu di tahun 2025 sudah terbebas dari asap rokok. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen menjalankan instruksi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dimana instruksi tersebut mewajibkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) harus segera terbebas dari asap rokok.

“Di periode pertamanya 2017-2021, sebenarnya sudah memulai menerapkan itu, namun masih dalam skala kecil, yakni di sekitar gedung rektorat, dan di periode kedua ini, 2021-2025,  secara bertahap akan diterapkan ke semua fakultas dan lembaga yang ada di kampus ini,” ujar Rajindra, di Palu, belum lama ini.

Kata Rajindra, hal ini tidak main-main, pembebasan kampus dari asap rokok itu telah masuk dalam kontrak kerja yang telah ditandatangani saat dirinya dilantik sebagai rektor untuk periode 2021-2025, sehingga dirinya juga akan menggenjot itu ke tingkat bawah, yakni di tingkat fakultas dan lembaga.

Namun sanksinya kata Rajindra, tentu bersifat mendidik, mulai dari sanksi lisan, hingga tertinggi berupa skorsing bagi mahasiswa, sementara untuk sanksi tertinggi bagi dosen berupa penundaan kenaikan pangkat.

“Ini akan kita terapkan secara bertahap di tingkat fakultas dan lembaga, sehingga pada 2025 nanti, kampus ini sudah terbebas dari asap rokok,” katanya,

Rajindra mengatakan, sebenarnya upaya itu sejalan dengan keputusan yang telah diambil Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah pada tanggal 7 Maret 2010 di Yogyakarta, terkait manfaat dan mudarat rokok yang mengambil kesimpulan bahwa merokok secara syariah Islam masuk dalam kategori haram.

“Merokok itu adalah hak setiap orang, tetapi pemanfaatan hak tersebut tidak boleh mengganggu hak mereka yang tidak merokok,” ungkapnya.

Kata dia, seperti ruang-ruang tertutup yang digunakan bersama harus bebas dari asap rokok.

“Keadilan akan kembali tercipta, jika asap rokok yang dinikmati para perokok tidak mengganggu mereka yang tidak merokok,” ujar rektor.

Selain itu kata Rajindra, bebas asap rokok juga merupakan kesadaran untuk memperjuangkan tingkat kesehatan dan mutu sumber daya manusia. Sudah banyak hasil penelitian, kata rektor, yang menunjukkan bahwa dampak tar dan nikotin sungguh sangat buruk untuk kesehatan dan mutu sumber daya manusia.

“Ini tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan rasa keadilan bagi yang tidak merokok, namun juga untuk mewujudkan lingkungan kampus yang nyaman, bersih, hijau, dan sehat,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas