TANKI AIR - Tanki air di depan huntap milik warga yang siap menampung air dari penyedia jasa dan Dinas PUPR. (Foto: Metrosulawesi/ Salam Laabu)

Palu, Metrosulawesi.id – Lembaga Bantuan Hukum Sulawesi Tengah, Mendesak Pemerintah Kota Palu, agar memperhatikan permasalahan air di Huniatn Tetap di kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, yang ssampai saat ini sejak di huni pada Februari 2021 lalu masih terus bermasalah.

Direktur LBH Sulteng, melalui salah satu pengurus Ahmar. SH, kepada Metrosulawesi mengatakan, sebagai pendamping dalam hal advokasi pihaknya sangat menyayangkan dengan kondisi warga penguhi Hutap Duyu yang selalu mengeluhkan air.

Pasalnya kata Ahmar, sejak ditinggali warga, yang selalu menjadi masalah di Huntap Duyu adalah air. Sementara untuk mendapatkan air, warga harus membelinya dari penyedia jasa dan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Palu dan Sulteng.

Itupun kata dia,air yang dibeli warga dari PUPR tidak dapat di konsumsi. Dimana, selain berbau, warna air juga tidak jernih (berwarna hijau).

“Ini sangat memperihatinkan. Makanya kami dari LBH Sulteng mendesak kepada Pemerintah Kota Palu agar secepatnya menyelesaikan permasalahan air yang ada di Hutap Duyu. Jangan biarkan masyarakat harus terus menerus menderita hanya karena air,” tandasnya.

Kata Ahmar, untuk mengantisipasi mermasalahan air di Hutap Duyu, warga harus putar otak dengan membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) dengan tujuan agar seluruh permaslahan termasuk air di Hutap Duyu dapat segera terselesaikan, sehingga warga tidak lagi mengeluh.

“Kita terus mendesak pemertintah agar semua masalah di Huntap Duyu secepatnya terselesaikan. Karena kalau tidak demikian maka tidak ada perhatian dari pemerintah. yang kasihan itu warga yang tinggal disana. Untuk mengatasi semua itu warga harus membentuk Pokmas. Ini yang haus diapresiasi,” ujarnya.

Reporter: Salam Laabu

Ayo tulis komentar cerdas