Sunar Agus. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Sulteng, Sunar Agus, memimpin razia di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu pada Sabtu, 24 Juli malam.

Razia didasari informasi intelejen adanya barang terlarang di blok 2A dan 9D Rutan Palu. Benar saja, dari dua blok tersebut Sunar didampingi Kasubbid Keamanan dan JFU Divisi Pemasyarakatan mengamankan tujuh HP android.

“Petugas jaga harus lebih serius dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan penggeledahan baik secara langsung maupun melalui deteksi dini intelejen,” tegas Sunar kepada petugas Rutan Palu. 

Sebelumnya, Sunar mengakui handphone (HP) merupakan salah satu barang terlarang yang kerap ditemukan saat sidak di Lapas maupun Rutan.

“Tetap HP, tapi sudah kita gunduli tiap hari supaya berkurang,” ungkap Sunar kepada Metrosulawesi, Selasa, 4 Mei 2021.

Dia mengatakan meski sudah berkali-kali disidak, HP masih tetap ditemukan di blok-blok hunian warga binaan. Upaya warbin meloloskan barang terlarang disebut lebih tinggi dari kemampuan petugas.

“Sama saja di pelabuhan dan bandara, narkoba masih bisa masuk padahal sudah dijaga. HP masuk dengan cara macam-macam, lewat makanan dan pintu-pintu yang harusnya tidak lewat tapi jadi lewat,” ucap Sunar.

Untungnya untuk barang terlarang narkoba menurut Sunar sudah hampir tidak ada di Lapas dan Rutan. Itu karena Kanwil Kemenkumham telah mewanti-wanti jika ditemukan narkoba akan diberikan tindakan tegas.

“Baik petugas maupun napi saya akan tegas, makanya hampir tiap hari pencarian HP, sebab narkoba masuk komunikasinya lewat HP,” ujarnya.

Sunar memastikan pihaknya tetap akan gencar melakukan sidak ke semua Lapas dan Rutan di wilayah Sulteng. Sunar mengaku bahwa tujuan dilakukan sidak dalam rangka pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, atau yang biasa disebut P4GN.

Penggeledahan ini juga menjadi langkah untuk menekan angka penyalahgunaan Halinar (handphone, pungli dan narkoba) serta barang terlarang lainnya yang tidak seharusnya ada di dalam Rutan maupun Lapas.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas