Takwin. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Pansus DPRD Donggala Libatkan Polisi

Donggala, Metrosulawesi.id – Pansus hak angket akan melakukan upaya panggil paksa terhadap para pihak yang telah diundang tapi tidak hadir. Mereka dianggap dianggap tidak memperlihatkan sikap kooperatif.

Ketua DPRD Donggala, Takwin membenarkan akan ada pemanggilan paksa berdasarkan ketentuan pasal 171 ayat (3) UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka DPRD dapat meminta bantuan Kepolisian Republik Indonesia untuk memanggil paksa pihak yang ingin kami mintai keterangan.

“Saya sudah bersilaturahmi dengan Pak Kapolres, membicarakan persoalan ini, dan secara administrasi juga sudah kami lakukan,” kata Takwin, Jumat 23 Juli 2021.

Terpisah, Ketua Pansus Hak Angket DPRD Donggala, Abd Rasyid mengatakan, terdapat sepuluh materi pokok masalah yang sedang diselidiki dan akan terus berproses hingga 25 Agustus mendatang. Sehingga, kata dia  kehadiran para pihak untuk didengarkan keterangannya sangat dibutuhkan.

“Untuk pemanggilan paksa, kami akan lakukan pemanggilan kepada tiga orang dulu terkait materi pemeriksaan pertama yakni dugaan penggunaan dokumen palsu dan pelanggaran peraturan perundang-undangan dalam hal pengangkatan, pelantikan, mutasi, dan lelang jabatan tinggi pratama pada 4 Maret 2019, karena ketiganya sudah kami lakukan pemanggilan surat tiga kali, tapi tetap mangkir,” sebutnya.

“Tiga saksi yang akan kami lakukan pemanggilan paksa yakni Isngadi mantan sekretaris BKPSDM, Ramlin Kepala Bidang Diklat dan Pengembangan Potensi Aparatur berdinas BKPSDM, dan Khaerun Kepala Bidang Mutasi Promosi Jabatan berdinas BKPSDM,” bebernya.

Olehnya, sebelum lakukan panggil paksa tersebut, DPRD secara kelembagaan sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Donggala.

“Surat kami yang ditandatangani ketua DPRD sudah dilayangkan ke Polres Donggala pada 19 Juli 2021. Secara kelembagaan, kami sudah menyurat ke Polres Donggala, surat ditanda tangani ketua DPRD Takwin itu bernomor 332-170/Um/DPRD/VII/2021 dan sudah terkirim sejak tanggal 19 Juli kemarin. Dalam surat ke Polres kami meminta permohonan bantuan memanggil paksa terhadap Isngadi, Khaerun dan Ramlin,” jelasnya.

Terkait pemanggilan paksa tersebut Metrosulawesi mengkonfirmasi Kapolres Donggala AKBP Wawan Sunariawan Sabtu kemarin di ponselnya, tetapi belum memberikan tanggapan.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas