Muhammad Sjafari. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kasus penghilangan 8 SK PNS atas nama Mariam, warga Jalan Puring, Perumnas Balaroa, Palu Barat,  yang diagunkan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Manonda Palu, Sulawesi Tengah,  kini mulai bergulir di Pengadilan Negeri Palu.

Pengacara Ibu Mariam, Moh. Sjafari, SH, mengungkapkan, saat ini perkara perdata tersebut masih dalam masa mediasi.

‘Sidang perdana dengan agenda mediasi sudah kami lakukan pada 12 Juli kemarin. Namun dalam sidang perdana itu pihak tergugat dianggap tidak hadir oleh Majelis Hakim atau ditolak oleh Majelis Hakim, karena pihak BRI yang hadir dalam sidang itu tidak ada surat kuasa khusus dari BRI Cabang maupun pusat,” kata sosos yang akrab disapa Fery ini melalui sambungan ponselnya, Selasa, 13 Juli 2021.

Fery mengungkapkan, sidang mediasi selanjutnya akan digelar pada 26 Juli 2021. Kata dia, kalau dalam sidang itu, pihak Tergugat tidak menghadirkan pimpinannya atau kuasanya, maka sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan perkara di persidangan.

“Waktu mediasi berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung yaitu 41 hari kerja untuk perdamaian,“ ungkapnya.

Fery mengungkapkan, yang digugat pihaknya adalah Direktur BRI pusat, cq Direktur atau Pimpinan Cabang BRI Palu, cq Kepala Unit BRI Manonda Palu.

“Gugatan yang kami ajukan itu Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jadi tuntutan materilnya Rp5 Miliar, dan tuntutan immaterilnya Rp150 Miliar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Diketahui, BRI Unit Manonda akhirnya dilaporkan nasabahnya, Mariam  pada  25 Februari 2021. Didampingi kuasa hukumnya, Mariam melaporkan pihak BRI Unit Manonda  atas dugaan tindak pidana perbankan melakukan penghilangan agunan berupa delapan  SK terdiri dari SK CPNS 2A, SK PNS 2A,SK 2B, SK 2C, SK 2D,  SK 3A, SK 3B, SK 3C, Karpeg, dan Taspen.

Muhammad Sjafari, selaku kuasa hukum Mariam, mengatakan, SK tersebut diduga  hilang sejak 2013.

“Pada 2013 itu Ibu Mariam sudah melunasi kreditnya di BRI Unit Manonda dan ingin mengambil 8 SK PNS yang  diagunkannya. Cuma pada waktu itu  pihak BRI Unit Manonda malahan menawarkan Ibu Mariam sambung kredit lagi, tapi klien saya Ibu Mariam menolak, karena tidak butuh uang pada waktu itu,” kata Sjafari di Palu, Rabu,  24 Maret 2021.

“Ibu Mariam sering menanyakan agunannya ke BRI Unit Manonda, terakhir pada 2018, dan hingga saat ini agunan tersebut tidak pernah diserahkan ke klien saya. Saya selaku kuasa hukum Ibu Mariam menduga keras bahwa agunan tersebut, telah sengaja dihilangkan,  maka pada 25 Februari 2021 kami melaporkan BRI Unit Manonda secara institusi ke Polda Sulawesi Tengah,” ungkapnya lagi. (*)

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas