Proses pemusnahan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 1,7 kg, Jumat 23 Juli 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)
  • Berasal dari Malaysia, Sudah Beredar 1 Kg Lebih

Palu, Metrosulawesi.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah memusnahkan 1,7 kilogram (kg) narkotika jenis sabu, Jumat 23 Juli 2021. Sabu tersebut hasil tangkapan polisi dari tiga tersangka di Kota Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keterangan Polisi, tiga tersangka yang berhasil ditangkap dengan barang bukti 1,7 kg sabu merupakan warga Kota Palu dengan inisial W, B dan R. Satu di antaranya masih berstatus mahasiswa.

“Ketiganya merupakan warga Kota Palu, satu orang mahasiswa, dua orang lainnya wiraswasta,” ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Aman Guntoro SIK.

Menurutnya, sabu yang berhasil diamankan tersebut berasal dari negara tetangga, yakni Malaysia. Oleh tersangka, kemudian dibawa ke Kota Palu melalui jalur laut, untuk kemudian diedarkan di Kota Palu. Peredarannya sebagian besar dilakukan di Kelurahan Tatanga.

“Tatanga ini kalau mau bebas narkotika, harus kerja sama masyarakat dengan aparat. Jangan sampai anak-anak generasi kita di Tatanga rusak masa depannya,” kata Aman Guntoro menambahkan.

Untuk mengungkap kasus tersebut, kepolisian sudah melakukan pemantauan cukup lama. Bahkan, menurut pengakuan tersangka kepada Kepolisian, mereka sudah berhasil mengedarkan 1 kg lebih sabu lainnya.

“1,7 kg kita dapat di satu lokasi. Menurut pengakuan penampung berinisal W, dia terima itu bulan Mei. Dia menerima sebanyak 3 kg. Yang lain sudah diedarkan,” jelasnya.

Sementara Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Sulteng Kombes Pol Ai Afriandi SH SIK MM saat membacakan sambutan Kapolda mengatakan dengan ditangkapnya sabu tersebut, pihaknya berhasil menyelamatkan 14.217 orang di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Saya mengharapkan agar masyarakat Sulawesi Tengah terus berperan aktif untuk membantu melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika guna menyelamatkan masyarakat, bangsa dan negara” kata Ai Afriandi.

Ketiga tersangka terancam tuntutan 20 tahun hingga seumur hidup penjara, bahkan bisa dituntut hukuman mati.

Reporter: Tahmil Burhanuddin

Ayo tulis komentar cerdas