Muhammad Rizal. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Sulawesi Tengah hingga kini menghadapi kendala yang paling utama dalam melaksanakan pembangunan perumahan.

Demikian diungkapkan Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulteng, Muhammad Rizal usai dikonfirmasi Metrosulawesi melalui sambungan telepon, Kamis, 22 Juli 2021.

Kendala pertama, kata dia, dari sisi Perbankan yang masih selektif memberi dukungan. Pihaknya juga sangat mengharapkan kepada pemerintah terkait masalah perizinan harusnya perlu dipermudah.

“Kita tahu bahwa pascabencana 28 September 2018, pemerintah daerah menetapkan kebijakan. Tapi, tolonglah kami dibantu khususnya dari dinas terkait perihal perizinan,” ucapnya.

Kedua, lanjutnya, pihak REI Sulteng juga meminta agar di masa pandemi Covid-19 ini pemerintah daerah memberikan semacam bantuan untuk para user atau pembeli rumah.

“Dalam hal ini setidaknya keringanan pembayaran Pajak Perolehan Atas Tanda Bangunan (PPATB). Kalau dilihat kita di wilayah ini sudah diterpa dua bencana sekaligus,” ujarnya.

Selama kondisi pandemi Covid-19 banyak anggota REI Sulteng mengalami penurunan penjualan perumahan. Olehnya, kepada pihak perbankan diharapkan untuk dapat memudahkan akses kredit khususnya KPR.

“Usaha properti sangat bergantung dengan perbankan. Apalagi, sekarang bank membatasi sangat ketat dalam memberikan kredit kepada pengembang,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas