MENINJAU - Plt Direktur RSAP Antaupura Palu, drg Herry Mulyadi, saat meninjau kesiapan Asrama Haji transit Palu, sebagai tempat penampungan pasien OTG Covid-19, belum lama ini. (Foto: Istimewa)
  • 66 Tempat Tidur Disiapkan

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Direktur Rumah Sakit Umum Anutapura (RSAP) Palu, drg. Herry Mulyadi, bersama Tim Surveilance Dinas Kesehatan Kota Palu meninjau kesiapan Asrama Haji Transit Palu untuk digunakan menampung pasien tanpa gejala atau biasa disebut Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.

“Sesuai perintah dari Bapak Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid dan Ibu Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny Lamadjijo, kami dari RSU Antapura Palu dipercaya untuk mengelola Asrama Haji Transit Palu dalam menangani pasien OTG Covid-19,” kata Herry, melalui ponselnya, Kamis, 22 Juli 2021.

Herry mengatakan, saat ini lingkungan Asrama Haji dalam tahap proses pembersihan dan pengaturan kelengkapan alat medis, sebab ada banyak yang dibutuhkan untuk menangani pasien OTG tersebut.

“Di Asrama Haji itu telah tersedia 66 tempat tidur, tentunya ini cukup menampung pasien OTG,” ungkapnya.

Sebelumnya, drg Herry mengatakan, bahwa tenda darurat yang disiapkan sebagai ruang IGD Covid-19 tambahan saat ini sudah mulai difungsikan. Hal itu diakibatkan jumlah pasien yang terpapar Covid-19 yang menempati IGD rumah sakit mulai full atau penuh.

“Selain itu juga ada dua gedung di RSU Anutapura yang disiapkan sebagai ruang rawat inap pasien Covid-19 sementara diperbaiki atau disekat-sekat, dengan tujuan untuk melindungi dokter dan petugas kesehatan. Karena tempat pemantauan harus disekat tidak boleh langsung los, harus ada pemisah antara petugas kesehatan dan pasien Covid,” kata Herry.

Olehnya itu, kata Herry, maka pihaknya berinisiatif segera melengkapi fasilitas tenda darurat, sehingga semua peralatan medis dan fasilitas lainnya seperti lampu, pelbet, kipas angin dan lainnya sudah tersedia.

“Dalam tenda darurat ini disiapkan 12 pelbet antisipasi penuhnya IGD. Saat ini jumlah pasien di IGD sudah 19 orang, yang sudah rapid antigen positif ada 9, sementara 7 menunggu PCR. Namun diperkirakan semua sudah positif, hanya menunggu hasilnya,” ujarnya.

Herry mengatakan, karena saat ini bertumpuk di IGD, tentunya berisiko dengan pasien umum, maka tentunya harus dipisahkan. “Olehnya itu hari ini (kemarin-red) sudah masuk beberapa pasien di tenda darurat tersebut,” ungkapnya.

Menurut Herry, jumlah pasien Covid-19 yang sedang dirawat di RSU Anutapura saat ini sudah mencapai 70 orang. Pihaknya berharap pasien tidak bertambah secara signifikan.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas