Lurah Petobo, Alfin Ladjuni. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebagian warga Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengeluhkan daging sapi Qurban Idul Adha 1442 H membusuk.

Pembagian yang mereka terima dari Kelurahan Petobo atas penyaluran Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah hari Selasa, 21 Juli 2021 sekitar pukul 11.00 pagi.

Namun hal itu dibantah oleh Lurah Petobo, Alfin Ladjuni, bahwa daging tersebut tidak membusuk. Dia mengatakan, pemberian sukerela yang dianggap membusuk itu bukan bersumber dari dagingnya, tetapi dari darah yang telah mencair.

“Itu bukan dagingnya yang membusuk, tetapi dari aroma darahnya yang tercampur daging di dalam kantongan plastik,” lugasnya kepada Metrosulawesi.id, di ruang  kerjanya, di  kompleks Huntara Petobo, Kamis (22/7/2021).

Hal itu mencuat lantaran sebagian paket daging dibekukan, sehingga ketika akan didistribusikan ke warga huntara Petobo darah dari daging tersebut mencair.

“Darah yang mencair itu yang keluarkan aroma kurang sedap,” lugas Alfin.

Bahkan pihaknya tak memilah atau menyentuh isi satu paket pun yang didistribusikan.

Sejak itu, dia meminta kepada warga yang mengeluh itu untuk memasak daging tersebut dan makan bersama di kantornya.

“Habis saya minta begitu, setelah mereka makan sama saya mereka bilang rasa daging. Nah berarti tidak busuk atau rusak kan dagingnya,” jelasnya.

Sementara itu, paket kurban yang disalurkan PMI selaku mitra Bulan Sabit Turki, bersumber dari pihak ketiga berjumlah 1.040 paket khusus Kelurahan Petobo.

Alfin lebih jauh mengatakan, seribuan paket itu sudah tersalurkan seluruhnya kepada masyarakat.

Pihak PMI Kota Palu kata Alfin bahkan bersiap mengganti paket daging yang dikeluhkan tak layak konsumsi.

“Tapi sebelum itu tidak ada paket yang dikembalikan sampai sekarang, artinya paket-paket itu sudah dikonsumsi masyarakat,” bebernya. (*)

Reporter: Muhammad Faiz Syafar

Ayo tulis komentar cerdas