KONFERENSI PERS - Polres Parigi Moutong menggelar konferensi pers terkait penangkapan delapan tersangka spesialis mutilasi sapi di wilayah Parigi Moutong. (Foto: Dok Humas Polres Parimo)

Parimo, Metrosulawesi.id – Polres Parigi Moutong menangkap delapan tersangka spesialis mutilasi sapi di wilayah Parigi Moutong. Delapan tersangka tersebut berinisial MA, SU, ME, UL, AN, PI, K dan S.

Menurut Kasat Reskrim Polres Parimo, AKP. Donatus Kono, dari delapan tersangka tersebut, dua di antaranya yang berinisial ME dan UL adalah warga Kabupaten Donggala.

“Penangkapan delapan tersangka spesialis mutilasi sapi tersebut berdasarkan laporan warga pemilik ternak sapi,” tutur AKP. Donatus Kono saat konferensi pers di Polres Parimo, Senin 19 Juli 2021.

Dia mengatakan, dari laporan yang pihaknya terima, ada 34 ekor sapi yang para tersangka curi dan mutilasi. Tersangka beraksi dari Sausu hingga Kasimbar. Sehingga, diperkirakan dalam satu TKP, para tersangka itu berhasil melakukan mutilasi sapi sebanyak dua ekor.

“Dari keterangan masing-masing delapan tersangka ini melakukan aksinya di delapan TKP, yakni di wilayah kecamatan Sausu, Parigi, Toribulu, Siniu dan Kasimbar, itu mereka lalukan sepanjang tahun 2021,” jelasnya.

Dia menerangkan, bahwa modus yang dilakukan delapan tersangka itu dalam melakukan aksinya sendiri-sendiri dengan menggunakan potasium untuk melumpuhkan sapi sebelum mereka mutilasi. Setelah itu, daging sapi hasil mutilasi itu kemudian dijual ke masyarakat di wilayah lainnya yang melaksanakan hajatan.

Ada pula yang melakukan aksinya lebih dari satu orang, namun tidak melakukan mutilasi, melainkan membawa kabur sapi dengan menggunakan mobil pikap yang kemudian menjualnya di Kabupaten Sigi.

Bukan hanya itu, ada pula yang menggunakan modus dengan cara memotong bagian sendi dan menusuk leher sapi untuk melumpuhkan yang kemudian melakukan mutilasi dan hasilnya dijual oleh para tersangka ke pasar di Palu.

“Tersangka inisial ME yang merupakan warga asal kabupaten Donggala itu merupakan residivis denga kasus yang sama. Begitu juga dengan tersangka inisial AN yang merupakan seorang residivis. Namun, AN ini masuk dalam daftar pencarian orang sejak 2019 lalu,” terang Kasat Reskrim.

Ia menambahkan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 363 Ayat 1 dan 2 Jo. Pasal 55, 56, 65 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas