Home Palu

Kota Palu Masuk PPKM Level 3

MENDENGAR ARAHAN - Pj Sekdaprov Sulteng, H. Mulyono (tengah) bersama Kadis Kesehatan dr. I Komang Adi Sujendra (kiri) dan Kabag Materi Komunikasi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan, Adiman menerima arahan dari Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin 19 Juli 2021. (Foto: Admin Pimpinan)
  • Presiden Minta Kepala Daerah Percepat Vaksinasi

Palu, Metrosulawesi.id – Terhitung sejak Rabu 21 Juli 2021 hari ini, Kota Palu, Sulawesi Tengah, masuk dalam daftar 61 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali dengan katagori PPKM Level 3.

Hal itu disampaikan Menko Perekonomian, Airlangga Hartato di sela rapat secara virtual dengan Presiden Joko Widodo terkait Penanganan Covid-19, Senin 19 Juli 2021.

Acara itu dihadiri Pj Sekretaris Daerah H. Mulyono, SE.Ak, MM selaku Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Sulteng, Kadis Kesehatan dr. I Komang Adi Sujendra, Sp.PD dan Kabag Materi Komunikasi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan Adiman, SH, M.Si merangkap Pusdatina Covid-19 Sulteng.

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo antara lain meminta agar kedisiplinan protokol kesehatan makin ditingkatkan termasuk sosialisasinya.

Presiden menyampaikan, penularan Covid di masyarakat sampai dengan saat ini terus meningkat. Kondisi ini belum bisa dipastikan kapan akhirnya, sehingga perlu daya tahan yang ditinggi bagi kita semua  dan perlu kepemimpinan yang tangguh , pemimpin yang harus turun langsung kelapangan.

Melihat kondisi yang ada saat ini kata Presiden, hanya ada dua capaian yang harus dicapai. Antara lain percepatan vaksinasi kepada masyarakat dan kepatuhan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Presiden juga menyampaikan dalam kondisi sulit saat agar Kepala Daerah, Gubernur, Bupati /Walikota dan Kepala Desa, agar memberikan intervensi ekonomi masyarakat jangan khawatir memberikan bantuan kepada masyarakat sepanjang anggaran itu dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Presiden meminta kepala daerah agar terus memastikan seluruh fasilitas sangat memadai untuk melakukan perawatan masyarakat, seperti obat-obatan, ketersediaan tempat tidur pasien, pembentukan RS darurat di daerah dan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat mematuhi protokol kesehatan.

Kemudian presiden meminta agar kiriman vaksin dari pemerintah pusat segera disuntikkan ke penerimanya dan jangan menimbun untuk alasan persediaan.

Terakhir, segala bentuk dana pemerintah seperti bansos, dana desa dan stimulan usaha agar segera dicairkan untuk penanganan dampak Covid-19.

“Sekali lagi kepemimpinan di lapangan sangat penting sekali dalam situasi berat seperti ini,” tegas kepala negara.

Airlangga Hartarto sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan, penggunaan kata darurat dalam PPKM resmi diganti dengan pemberian level dari 1 sampai 4 berdasarkan data tingkat transmisi.

Terkait rencana relaksasi kegiatan usaha lanjutnya dilakukan secara bertahap dengan melihat tren penurunan kasus selama beberapa waktu.

Berdasarkan hasil evaluasi nasional, khususnya di Sulteng dari tanggal 11 sampai 18 Juli 2021, terjadi kenaikan sebanyak 1.804 kasus aktif menjadi 16.792 (12,04%) dari kasus awal sebanyak 14.988.

Data vaksinasi untuk Sulteng per 18 Juli 2021, pemberian dosis 1 sudah mencapai 286.988 dan dosis 2 sebanyak 117.850.

Perkembangan Covid harian di Sulteng pada Senin 19 Juli 2021 bertambah sebanyak 273 kasus. Sehingga total kasus Covid di Sulteng mencapai 17.065 kasus. Penambahan terbanyak terjadi di Kabupaten Banggai sebanyak 52 kasus, disusul Morowali Utara 41, Poso 31 dan Sigi 30. Sedangkan yang sembuh bertambah 49 orang. Sehingga total 13.726 orang. Pasien Covid yang sembuh terbanyak dari Morowali 22 orang, disusul Kota Palu dan Kabupaten Banggai masing-masing 11 orang.

Hingga Senin 19 Juli, jumlah pasien Covid yang menjalani perawatan sebanyak 2.861 orang.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas