Home Donggala

Dilema Menjadi Saksi di Hak Angket DPRD Donggala

Abd Rasyid. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Istri Dimutasi Jika Hadiri Panggilan

Donggala, Metrosulawesi.id – Memasuki hari kedua pansus Hak Angket dilaksanakan tercatat empat saksi mangkir dari panggilan pansus Hak angket. Keempat saksi yang mangkir itu adalah satu berstatus Guru yang jadwal pemeriksaannya jumat 16 Juli 2021, bernama Rasid.

Sedangkan tiga lainnya adalah pejabat BKPSDM: Khaerun S.Sos (Kepala Bidang Pengadaan, mutasi promosi, pemberhentian dan informasi), Ramlin, S,Sos (Kepala Bidang Diklat dan Pengembangan Potensi Aparatur) dan Najamudin Laganing (Kadis BKPSDM Donggala).

Dan terakhir saksi yang mangkir itu adalah Isngadi mantan sekretaris BKPSDM, dan sekarang menjabat sebagai sekretaris di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Rasid, salah seorang saksi yang berhasil dimintai keterangan Metrosulawesi menjelaskan ia adalah pencetus perlawanan ASN yang dinyatakan meninggal oleh pemda Donggala di Kementerian Dalam Negeri.

“Saya tidak menghadiri undangan pansus hak angket bukan berarti saya pecundang pak. Saya adalah pencetus gerakan yang pimpin teman-teman ke Jakarta bertemu Kementerian Dalam Negeri,” katanya Jumat saat ditemui di kediaman saudaranya di Kelurahan Kabonga Kecil, Donggala.

“Saya ini dilema, jika saya hadiri undangan pansus Hak angket, istri saya yang juga ASN diancam akan dipindahkan ke Pinembani,” sebutnya lagi.

Rasid menjelaskan ia adalah guru dari Kecamatan Dampelas. Sebelum ia menuju kantor DPRD Jumat kemarin, ia memutuskan terlebih dahulu menemui Bupati sebagai atasannya.

Kemudian dalam pertemuannya dengan Bupati, dia diminta untuk tidak menghadiri undangan pansus hak angket itu.

“Sebelum saya menghadiri pansus Angket, saya melapor dulu ke bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian, saya diperintah untuk tidak menghadiri panggilan pansus angket,” bebernya.

“Kalau saya hadiri undangan Pansus Angket, istrinya saya akan dipindahkan ke Kecamatan Pinembani. Cukuplah saya dimutasi. Jangan istri saya kasihan, karena istriku itu ada penyakit jantung,” keluhnya sambil terus menghisap rokoknya dalam-dalam.

Ia menambahkan, siap menghadiri undangan pansus hak angket berikutnya karena ia tidak mau disebut pecundang.

“Saya bukan pecundang. Saya tidak hadir bukan karena takut, sepulang ini saya akan memberikan pemahaman kepada istri saya. Panggilan kedua pasti saya hadir,” pungkasnya.

Terpisah ketua pansus hak angket Abd Rasyid menekankan akan melakukan pemanggilan paksa kepada empat saksi yang tidak mengindahkan undangan pansus Hak angket.

”Sesuai ketentuan pasal 171 ayat (3) UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, maka DPRD dapat meminta bantuan kepolisian Republik Indonesia untuk memanggil paksa pihak yang ingin kami mintai keterangan,” tutur politisi PKS ini Sabtu kemarin di kantor DPRD.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas