Home Ekonomi

Bulog Sulteng Distribusikan Bantuan Beras PPKM 2021

Kepala Kantor Wilayah Bulog Sulteng, Basirun menyerahkan secara simbolis bantuan beras PPKM 2021 kepada salah satu perwakilan penerima manfaat. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Sulteng telah mendistribusikan bantuan sosial berupa beras di masa Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PPKM) mikro 2021.

Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sulteng, Basirun menyampaikan bantuan ini merupakan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM di masa pandemi covid 19 khususnya di Sulawesi Tengah.

“Masing-masing akan mendapatkan sebesar 10 kilogram beras. Jadi, kalau yang beragam Islam momen ini sangat tepat, karena kebetulan tinggal dua hari lagi melaksanakan hari raya idul adha,” ujar Basirun, Minggu (18/7/2021).

Berdasarkan laporan, ia mengungkapkan bahwa untuk Sulawesi Tengah saat ini alokasi yang terdata jumlah KPM PKH sekitar 139.435 penerima. Sedangkan, dari sisi KPM BST tercatat kurang lebih ada sebanyak 91.426 penerima.

“Total keseluruhan KPM PHK dan BST jumlahnya adalah 230.861 penerima di Sulteng. Sehingga beras yang kami siapkan mencapai 2.308 ton, ditambah dengan 610 kilogram yang nantinya diterima masyarakat,” ungkapnya.

Lanjut Basirun, ini adalah pagu yang sesuai dengan data yang diterima Bulog Kanwil Sulteng dari Kementerian Sosial. Dirinya juga melaporkan bahwa stok telah dipersiapkan sejak seminggu karena terkait instruksi langsung pimpinan pusat.

“Jelas sekali Presiden Jokowi memerintahkan Kepala Bulog dan utamanya Mensos jangan ragu-ragu. Prinsipnya yang paling penting ini kita tidak mencuri, kita tidak mengambil. Prosedurnya tolong harus didampingi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” ucapnya.

Dikatakan, ini merupakan beras serapan petani lokal yang dibeli Bulog Sulteng di Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong. Begitu pula kualitasnya medium bisa dilihat secara visual tidak berhama dan baunya juga masih standar.

“Namanya beras CBP atau cadangan beras pemerintah yang kami kelola kembali di gudang Bulog. Kami sampaikan tugas ini adalah tugas mulia kita bersama. Semoga target penyalurannya bisa tercapai satu bulan kedepan,” tutupnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas