Home Palu

GLS Eurasia Foundation FKIP Untad Hadirkan Dosen UGM, Bahas Dinamika Sejarah Korea

BAHAS KOREA - Dosen UGM, Nur Aini Setiawati saat pemaparan membahas Korean History’s Dynamics (Dinamika Sejarah Korea) yang dilaksanakan Eurasia Foundation FKIP Untad melalui zoom meeting, Jumat, 16 Juli 2021. (Foto: Zoom)

Palu, Metrosulawesi.id – General Lecture Series (GLS) Eurasia Foundation Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako (FKIP Untad) masuk seri ke-15. Pelaksanaan masih melalui zoom meeting untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang berlangsung pada Jumat, 16 Juli 2021.

Eurasia Foundation FKIP Untad menghadirkan Dosen Universitas Gajah Mada (UGM), Nur Aini Setiawati M.Hum Ph.D membahas Korean History’s Dynamics (Dinamika Sejarah Korea).

Nur Aini didaulat sebagai narasumber karena latar belakang keilmuan yang dimiliki mendalami sejarah Korea. Itu diperolehnya dengan menempuh pendidikan tinggi di Korea Selatan.

Dia menyebut Korea yang terletak di kawasan Asia Timur memiliki posisi geografis yang strategis namun berbahaya karena letaknya berada di antara negara-negara berkekuatan besar seperti Cina, Rusia, dan Jepang.

“Korea memiliki arti penting sebagai jalur perdagangan dunia,” ucap Nur Aini.

Dikatakan, dahulu berkisar 2333 SM, sebelum menjadi negara, Korea merupakan kerajaan ditandai dengan kerajaan pertama Gojoseon (Choso Kuno) yang didirikan oleh Tan’gun Wanggom, tokoh mitos Korea lahir dari dewa langit di kaki gunung Baek-du. Kemudian muncul kerajaan-kerajaan lain beberapa tahun kemudian.

Jepang merupakan salah satu negara yang pernah menjajah Korea sekitar tahun 1800-an. Saat itu, Jepang bersaing dengan Cina yang sama-sama berambisi ingin menguasai Korea. Setelahnya berbagai dinamika dan perjalanan panjang dilakukan pihak Korea dalam mempertahankan negaranya.

GLS ke-15 ini turut dihadiri Wakil Rektor Untad Bidang Akademik, Dr Lukman Nadjamuddin dan Koordinator Eurasia Foundation FKIP Untad, Ir Purnama Ningsih S.Pd M.Si Ph.D.

Menurut Lukman, Nur Aini merupakan orang yang tepat menjadi pencerah dalam membahas dinamika sejarah Korea. Olehnya, mewakili pimpinan Untad Lukman menyampaikan ucapan terima kasih kepada Nur Aini.

“Terima kasih kepada ibu Nur, saya yakin teman-teman sudah tercerahkan,” ujar Lukman sembari menyerahkan plakat dan sertifikat penghargaan secara virtual.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas