Home Palu

Jumlah Pendaftar Ulang Capai 3.600, Sejumlah SMP Masih Kekurangan Kuota

Ambotuwo. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ambotuwo mengungkapkan, tahun ini jumlah pendaftar yang mengembalikan berkas formulir atau mendaftar ulang pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang SMP sebanyak 3.600 formulir.

Sementara kata Ambotuwo, jumlah kuota yang disediakan pada semua SMP di Kota Palu sebanyak 5.088. Artinya masih ada 1.488 belum mendaftar ulang atau kembalikan berkas formulir.

“Meskipun tahun ini jumlah pendaftar mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, namun beberapa SMP di Palu masih mengalami kekurangan kuota,” kata Ambotuwo, melalui ponselnya, Kamis 15 Juli 2021.

Menurut Ambotuwo, jumlah pendaftar tahun 2020 mencapai 3.547, sementara 2021 sebanyak 3.600. Jumlah tersebut lebih besar dibanding tahun kemarin.

“Meski terlihat sepi dari pendaftar, namun tahun ini ternyata lebih banyak. Dimana kita lihat aktifitas pendaftaran seperti sepi tapi ternyata lebih besar minat jumlah siswa tahun ini,” ujarnya.

Ambotuwo mengatakan, saat ini sudah tidak ada lagi sekolah favorit, sehingga pendaftar sekolah sudah menggunakan sistem zonasi.

“Di mana bagi warga berdomisili maka di arahkan untuk bersekolah di situ. Sesuai dengan Permendikbud dan SK Wali Kota berbasis kelurahan maka tidak bisa dipaksakan untuk bersekolah di luar zonanya,” jelasnya.

Ambotuwo mengatakan, beberapa sekolah yang mengalami kekurangan, masih akan dicarikan solusi. Kemungkinan akan diisi pendaftar yang mutasi.

“Kami masih mengumpulkan laporan data dari sejumlah sekolah yang kekurangan siswa. Insyaallah semua dapat terpenuhi, sesuai kuota yang ada,” ungkapnya.

Ambotuwo mengaku, telah mengimbau kepada seluruh Kepala SD-SMP negeri dan swasta se-Kota Palu, bahwa tidak dibenarkan siswa yang mengembalikan berkas ke sekolah langsung, namun orangtua yang kembalikan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Selain itu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak dibenarkan tatap muka, melainkan secara daring,” tegasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas