Home Hukum & Kriminal

Hasim Hadado Digugat Rp650 Juta

Ilustrasi. (Grafis: Ist)
  • Pinjam Uang Tak Mampu Mengembalikan

Palu, Metrosulawesi.id – Pengusaha terkenal Kota Palu, Hasim Hadado,  harus berurusan hukum karena digugat perdata oleh Jemmy Todar sebesar Rp 650 juta. Pasalnya, pada bulan aprli 2019, Hasim Hadado (tergugat) pernah meminjam uang kepada Jemmy (penggugat) sebesar Rp 650 juta untuk membiayai pekerjaan proyek. Atas pinjaman itu,  tergugat berjanji begitu proyek selesai dikerjakan akan mengembalikan pinjaman tersebut. Namun, janji itupun tak kunjug Dia realisasikan hingga berujung perkara di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu.

Kuasa hukum Jemmy Todar atau penggugat Julianer Aditia Warman. SH,  dan Rusman Rusli.  SH. MH,  dalam gugatanya yang dibacakan pada sidang, Rabu 14 Juli 2021, mengatakan kalau tergugat Hasim Hadado meminjam uang dari penggugat dilakukannya secara berkala. Berawal pada tanggal 18 Aprli 2019, terguggat Hasim Hadado meminjam uang sebesar Rp 100 juta,  berdasarkan bukti kwintasi.

“Kemudian tanggal 22 April 2019, tergugat kembali meminjam uang kepada penggugat sebesar Rp 500 juta,  melalui transfer bank mandiri cabang palu, dan Rp 50 juta juga melalui transfer bank mandiri tanggal 23 November 2019,” ujar Julianer dipersidangan yang diketuai Dr.  Muhammad Djamir,  SH. MH didampingi hakim anggota Suhendra Saputra. SH. MH dan Antoni Splikan Mona.

Julianer menambahkan,  setelah pekerjaan proyek selesai dikerjakan penggugat menemui tergugat dengan maksud meminta kembali uangnya seperti yang sudah dijanjikan. Walaupun penggugat meminta dengan baik-baik,  namun tergugat tidak juga melunasi utangnya.  Sehingga melaui kuasa hukumnya, penggugat melayangkan somasi namun tergugat tanpa itikad baik tidak mau membayar utangnya tersebut yang total senilai Rp 650 juta.

“Sampai gugatan ini didaftarkan dan telah disidangkan,  tergugat juga tidak punya itikad baik untuk membayar utang itu,” katanya.

Menurutnya,  perbuatan terdakwa dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum (PMH)  sehingga tergugat diwajibkan membayar ganti rugi terhadap penggugat berdasarkan pasal 1364 KUHAP.

“Agar penggugat tidak mengalami kerugian,  kuasa hukum penggugat meminta kepada hakim untuk meletakan sita jaminan terhadap barang bergerak dan tidak bergerak milik tergugat,  serta membayar uang paksa (dwangsoom) Rp500 ribu perharinya. Hal ini dilakukan agar penggugat tidak khawatir tergugat terlambat melaksanakan putuan pengadilan,” tandasnya.

Sementara dalam pokok perkara gugatan perdata terasebut,  pihak kuasa hukum penggugat meminta hakim untuk mengabulkan gugatan untuk seluruhnya, menyatakan perbuatan tergugat adalah PMH, menghukum tergugat untuk membayar kerugian penggugat secara tunai dengan rincian kerugian materil Rp 650 juta dan kerugian inmateril Rp 500 juta.

Reporter: Salam Laabu – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas