Fery Taula. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah meminta bahwa adanya penerapan terkait dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PPKM) Mikro oleh pemerintah Kota Palu harus merata.

“Kami tidak keberatan atas kebijakan pembatasan jam operasional dan penindakan pelaku usaha yang tidak patuh atas kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu. Namun, hal itu diharapkan bisa diberlakukan secara merata tanpa pandang bulu,” ujar Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulteng, Fery Taula usai dihubungi Metrosulawesi melalui sambungan telepon, Rabu (14/7/2021).

Diungkapkan, pembatasan jelas dinilai merugikan dari sisi bisnis. Tetapi, lanjut dia, PHRI tentu berpegang teguh pada hal yang strategis. Di mana merugi terlebih dahulu untuk keuntungan jangka panjang. Disamping itu, beberapa waktu lalu pihaknya juga telah menemui Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid untuk membahas terkait dengan kebijakan tersebut.

“Pepatah yang kami pegang, ‘bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian’. Pembatasan dan penindakan tetap kami dukung yang penting tidak pandang bulu. Pada pertemuan kami menyampaikan lima harapan PHRI,” ungkapnya.

Di mana yang pertama segera mendukung tindakan tegas dalam operasi yustisi agar PPKM di Kota Palu bisa segera berakhir.

Kedua, PHRI menyambut baik tim operasi yustisi yang bersikap profesional humanis. Ketiga, PHRI siap mendukung program-program Wali Kota Palu dalam berbagai bidang. Keempat, PHRI siap menjadi think thank kepariwisitaan Kota Palu dan terakhir PHRI berharap ada koordinasi dan sinkronisasi program-program pembangunan pariwisata di Kota Palu.

“Wali Kota juga sampaikan sejumlah harapan kepada PHRI. Pertama, dalam penyusunan RPJMD 2022 sangat mengharapkan ide atau saran dari BPD PHRI Sulteng. Kedua, mengharapkan peran aktif PHRI dalam promosi dua sport events berskala nasional 2022 yang dapat menjadi skala internasional,” tuturnya.

Dalam satu sport event diharapkan akan mendatangkan sekitar 1.100 atlit yang diperkirakan akan spending Rp100 miliar dalam dua pekan.

“Kemudian, selain dukungan promosi Wali Kota Palu juga mengharapkan PHRI dapat meningkatkan 4A, yakni attraction, amenity, accessibility dan ancillary dalam menyambut perhelatan akbar tersebut,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas