ISOLASI MANDIRI - Gubernur Sulteng, H Rusdy Mastura dan wakilnya Ma’mun Amir. (Foto: Ist)
  • Ketika Gubernur, Wakil Gubernur dan Istri Wali Kota Terpapar Covid

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura dan Wakilnya Ma’mun Amir terkonfimasi terpapar Covid-19. Diah Puspita, istri Wali Kota Hadianto Rasyid juga positif Covid-19. Ketiganya kini menjalani isolasi mandiri (Isoman).

TAK disangka Gubernur Rusdy dan wakilnya Ma’mun Amir bisa terkena Covid-19. Padahal ia menerangkan telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 agar tidak terpapar Covid-19, seperti mewajibkan siapapun yang ingin menemuinya baik di kediaman pribadi atau Kantor Gubernur Sulteng agar menjalani tes antigen Covid-19.

Selain itu ia juga telah menghentikan perjalanan keluar daerah untuk mencegah terjadinya kerumunan baik antara pejabat, antara pejabat dan warga maupun antara warga dengan warga.

“Namun tuhan berkehendak lain. Untuk melindungi orang-orang di sekitar saya, saya menjalani isolasi mandiri di rumah,” ujarnya dalam video yang diunggah di grup WhatsApp, Rabu 14 Juli 2021.

Gubernur dan wakilnya diketahui positif Covid setelah menjalani tes swab.

“Setelah menjalani tes swab Polymerase Chain Reaction atau PCR Covid-19, saya terkonfimasi positif Covid-19 namun kondisi saya tanpa gejala. Saya merasa sehat dan bugar,” kata gubernur.

Oleh sebab itu ia mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan prokes dan menjaga diri, karena pandemi Covid belum berakhir.

“Kita harus menjaga diri dan menjaga orang-orang di sekitar kita. Tetap semangat untuk membangun Sulteng yang lebih sejahtera dan lebih maju,” katanya.

Sementara itu Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Sulteng Adiman menyatakan sesuai dengan hasil swab PCR pada 13 Juli Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng terkonfirmasi positif Covid-19.

“Maka untuk menjaga kesehatan kita bersama , Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Mulai Hari ini Rabu melaksanakan isolasi mandiri sampai dengan keluarnya jasil swab PCR yang menyatakan sembuh atau negatif Covid-19,” jelasnya.

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, kata Adiman akan menjalankan roda pemerintahan secara virtual.

“Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng akan terus memastikan jalannya roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat akan berjalan melalui sekretaris daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis kepada masyatakat,” katanya.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palu, Diah Puspita. (Foto: Antara/ HO/ Humas Pamkot)

Selain gubernur dan wakilnya, Istri Hadianto Rasyid, Wali Kota Palu, Diah Puspita, juga terkonfirmasi positif Covid-19. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) itu sedang menjalani isolasi mandiri di Jakarta.

“Laporan yang kami terima saat ini, istri Wali Kota Palu sedang melakukan isolasi mandiri dan mendapat perawatan tim medis di Jakarta,” kata Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Palu Yuyun Yotomaruangi, di Palu, seperti dikutip dari Antara, Rabu 14 Juli 2021.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ( TP-PKK) Kota Palu itu, terpapar virus corona saat sedang berada di Ibu Kota negara Jakarta.

Dilaporkan pula bahwa tidak hanya Istri Wali Kota Palu saja, tetapi kedua anaknya juga terpapar Covid-19 saat berada di Jakarta.

Ia menjelaskan ketua TP-PKK Kota Palu itu sudah dua hari terakhir terpapar Covid-19 dan langsung mengambil langkah antisipasi dengan melakukan isolasi mandiri guna mengurangi risiko menularkan ke orang lain yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

“Kondisi fisik mereka sehat. Supaya tidak menularkan ke orang lain, mereka memilih melakukan isolasi mandiri dan semoga mereka selalu diberi kekuatan,” katanya.

Ia berharap agar warga Palu senantiasa patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun di ari mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas (5M).

“Disiplin prokes dan 5M penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat beraktivitas di rumah maupun tempat kerja, karena metode ini cukup efektif menghindari penularan virus corona,” katanya.

Ditegaskannya bahwa Covid-19 tidak memandang usia muda atau tua maupun jenis kelamin, sehingga warga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman virus tersebut, sebab penularan tidak dapat dilihat secara kasat mata.

Selain itu, ia juga mengajak warga Palu menyukseskan program vaksinasi yang di galakkan pemerintah guna mencapai kekebalan imun secara komunal atau herd immunity.

“Pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin menekan laju penularan Covid-19 di tengah masyarakat melalui kebijakan-kebijakan yang sudah diterapkan,” demikian Yuyun Yotomaruangi.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas