EKSPOS PERKARA - Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng,saat menggelar ekspos perkara kasus Elpiji 3 Kg yang menjerat empat tersangka. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)
  • Jual Elpiji 3 Kg di Atas HET, Pelaku Diancam 6 Tahun Penjara

Palu, Metrosulawesi.id – Polda Sulawesi Tengah berhasil mengungkap kasus tindak pidana minyak dan gas bumi berupa penyalahgunaan niaga Elpiji 3 kilogram. Kasus itu menjerat Empat warga Kota Palu, sebagai tersangka kasus.

Kasubdit Penmas Polda Sulawesi Tengah Kompol Soegeng Lestari menyebut, beberapa waktu lalu personel Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng menemukan dugaan penyalahgunaan niaga atau perdagangan tabung gas 3 Kg di sebuah kios milik AM alias PY yang bukan merupakan pangkalan/Sub penyalur resmi di Jalan Palola, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat.

“Di kios tersebut petugas menemukan barang bukti 68 (enam puluh delapan) tabung gas 3 kg warna melon dalam keadaan isi, sebanyak 22 (dua puluh dua) tabung gas 3 kg warna melon dalam keadaan kosong,” ungkap Sugeng, Rabu 14 Juli 2021.

Pemilik kios tersebut memperoleh elpiji dari tersangka lain berinisial A alias PA. Setelah petugas melakukan pengembangan, polisi akhirnya menetapkan 3 orang tersangka lainnya serta barang bukti.

Adapun empat tersangka tersebut yakni  AM Alias PY (54) merupakan warga Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, A alias PA (46) warga Jalan Uwenumpu Kelurahan Donggala Kodi, Kecamatan Ulujadi, HT alias B (38) warga Kelurahan Kamonji, Kecamatan Ulujadi dan HKST Alias HK (47) warga Jalan Sungai Ogotion Kelurahan Tatanga Kodi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Dari empat tersangka tersebut, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya seratusan lebih tabung gas, kendaraan roda empat hingga papan nama pangkalan.

“Para tersangka yang merupakan satu rangkaian melakukan perbuatan penyalahgunaan niaga dan atau perdagangan dengan cara menjual gas 3 Kg di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sebesar Rp18.000 (delapan belas ribu rupiah),” jelasnya.

Para tersangka menjual elpiji 3 Kg dengan harga Rp33.000 (tiga puluh tiga ribu rupiah) hingga Rp35.000 (tiga puluh lima ribu rupiah) pertabung. Mereka memperoleh keuntungan sebesar Rp15.000 (lima belas ribu rupai) hingga Rp17.000 (tujuh belas ribu rupiah) pertabung.

“Perkara tersebut telah P-21, para tersangka serta barang bukti akan diserahkan kepada pihak kejaksaan (tahap 2) setelah pelaksanaan rilis,” jelas Sugeng.

Untuk diketahui, pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (f) UJ RI  nomor 08 tahun 1999 tentang perlindungangan konsumen, dan Pasal 55 Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dalam Pasal 40 angka 9 Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, atas tindakan keempat tersangka tersebut diancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan pidana denda paling banyak Rp60 miliar.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas