KURBAN PRESIDEN - Tampak proses pengamatan, pendampingan dan pemantauan terhadap sapi kurban Presiden oleh Balai Besar Veteriner Denpasar bersama Disbunak serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Parigi Moutong, pada 1 Juli 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Presiden Joko Widodo melalui tim Sekretariat Negara (Setneg) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) telah sepakat membeli seekor sapi untuk dikurbankan di Sulteng dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1442 H pada 20 Juli mendatang.

Sapi dibeli Presiden dari peternak lokal di daerah ini yang telah melalui rangkaian seleksi dengan penghubung Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulteng. Kepala Bidang Peternakan dan Penyuluhan Disbunak Provinsi Sulteng, Sultanisa, menerangkan sapi yang dibeli Presiden jenis brahman dengan harga Rp65 juta.

“Sapi kurban Presiden tahun 2021 untuk Provinsi Sulawesi Tengah yang dinyatakan layak serta memenuhi persyaratan syariat Islam dan bebas penyakit dari peternak Sunariyo alamat Desa Sausu Torono, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong dengan bobot 964 kg,” terang Sultanisa, Minggu, 11 Juli 2021.

Dia mengatakan sapi kurban Presiden telah melalui uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner Maros Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan. Selain itu berdasarkan pengamatan, pendampingan dan pemantauan Balai Besar Veteriner Denpasar bersama Disbunak serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Parigi Moutong pada 1 Juli 2021.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo akan kembali berkurban di Sulteng. Kurban Presiden satu ekor sapi diseleksi pihak Sekretariat Negara (Setneg) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Sultanisa mengungkapkan awalnya ada lima ekor sapi yang ditawarkan kepada pihak Setneg melalui Kementan RI.

“Sapi yang mau dibeli pak Presiden sudah melewati uji sampel kesehatan ke Balai Besar Veteriner Maros,” terangnya, Rabu, 30 Juni 2021.

Sultan mengatakan lima sapi yang ditawarkan untuk kurban Presiden berasal dari peternak di wilayah Sulteng. Kelimanya adalah Hasanudin dari Kota Palu dengan jenis sapi peranakan ongole berat 850 kg, Ijan dari Desa Karya Mukti Donggala dengan jenis sapi pernakan brahman berat 800 kg, Sunariyo dari Desa Sausu Torono Parigi Moutong dengan jenis sapi pranakan brahman berat 927 kg, Siswanto dari Desa Bulupountu Sigi dengan jenis sapi peranakan ongole berat 720 kg. Terakhir peternak atas nama Fadli yang juga Sigi menawarkan sapi jenis brahman dengan berat 620 kg.

Sultan mengatakan nantinya sapi Presiden akan dikurbankan di salah desa di Kabupaten Parigi Moutong. Desa tersebut yaitu Baliara, Kecamatan Parigi Barat, dengan lokasi sembelih di Masjid Baiturahman. Penentuan lokasi kurban sapi Presiden atas representasi Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulteng atas permintaan Setneg.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas