Amri (kiri) dan Gofal selaku pemilik usaha Ayam Kegeprek yang berada di perempatan Jalan Datu Adam dan Jalan Durian, tepatnya di depan mesjid Al Abrar. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Laporan: Fikri Alihana

DITENGAH pandemi covid-19 yang melanda Kota Palu, tak menyurutkan niat tulus tiga remaja membangun persahabatan melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Usahanya diberi nama Ayam Kegeprek.

Amri, Gofal dan Fifin Supriadi merintis usaha tersebut bersama-sama. Di mana hanya dengan bermodalkan uang senilai hampir Rp8 jutaan, yang mereka kumpulkan dari tabungan semasa bekerja di salah satu warung makan di Kota Palu, kini usaha itu mulai dirasakan.

Walaupun ketiga-nya masih terbilang sangat baru dalam mendirikan usaha di bidang kuliner. Namun, hal ini dapat menjadi sebuah cambuk untuk kaum milenial yang lain agar menanamkan tekad jika ingin merubah nasib.

Pasalnya, hubungan dekat yang sudah terjalin dianggap bisa menjadi modal utama menjalankan suatu bisnis. Menanamkan visi dan misi juga dapat membantu menjaga kekompakan dan tentunya akan mempermudah dalam menentukan keputusan bagi usaha.

Amri menuturkan bahwa ia memang bercita-cita ingin menjadi pengusaha muda yang sukses. Sebelumnya, Amri merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Palu. Bersama kedua sahabatnya itu, usaha tersebut kini telah dijalankan.

“Kami memutuskan untuk secepatnya membahas terkait usaha ini. Dihitung mulai dari box jualan, peralatan masak, bahan baku, dan lainnya. Kalau mau dibilang kenapa kita berani buka usaha saat ada pandemi, jawabannya kita juga butuh makan,” tuturnya belum lama ini.

Menurutnya, bukan berarti pandemi masyarakat tidak bisa membuka usaha. Walaupun itu dibatasi oleh pemerintah, namun harus tetap mematuhi peraturan tentang protokol kesehatan. Dirinya menganggap bahwa hal tersebut dinilai wajar demi menjaga kenyamanan.

“Kan sekarang tidak boleh lagi makan ditempat harus bungkus. Makanya, kami juga menerapkan sistem pengantaran melalui ojek online. Dan itu dianggap semakin memudahkan pelanggan dalam memesan makanan dan minuman,” ujarnya menambahkan.

Sedangkan, untuk harga menu yang ditawarkan cukup beragam dan terjangkau mulai Rp2 ribu sampai Rp17 ribu. Terdiri dari menu utama ayam geprek, Indomie goreng, Tahu crispy, tempe crispy, terong crispy. Ditambah lagi dengan tiga sambal yang khas dan es teh manis.

Sementara lokasi usaha Ayam Kegeprek berada di perempatan Jalan Datu Adam dan Jalan Durian, tepatnya di depan mesjid Al Abrar. Di mana buka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 21.00 Wita. Omset yang mereka peroleh berkisar diantara Rp300-Rp500 ribu dalam sehari. (**)

Ayo tulis komentar cerdas