Home Hukum & Kriminal

Evakuasi 2 Jenazah MIT Terkendala Cuaca Buruk

Kombes Pol. Didik Supranoto, SIK. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Parimo, Metrosulawesi.id – Tim Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya, hingga Senin 12 Juli 2021, sekitar pukul 17.00 Wita, masih kesulitan mengevakuasi dua jasad DPO MIT (Mujahidin Indonesia Timur) yang tewas tertembak pada Ahad 11 Juli 2021. Evakuasi dari wilayah Tokasa, Dusun Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong terkendala cuaca buruk.

Kepala Satgas Humas Operasi Madago Raya Kombes Pol Didik Supranoto SIK, saat dikonfirmasi melalui telepon, menjelaskan hingga saat ini Tim Satgas Madago Raya, masih melakukan evakuasi di lokasi, dan kendala keterlambatan evakuasi akibat cuaca buruk.

“Di lokasi saat ini masih hujan deras, dan evakuasi masih terus berlangsung,” ungkapnya.

Didik juga mengatakan, lokasi kontak tembak itu berada di wilayah pegunungan yang mengakibatkan kedua jenazah harus dievakuasi dengan berjalan kaki di tengah cuaca buruk, yang mana untuk evakuasi menggunakan helikopter belum memungkinkan.

“Untuk saat ini helikopter sudah standby, tinggal menunggu kedua jenazah tiba di lokasi pendaratan,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sulteng itu juga menjelaskan, kedua jenazah rencananya akan diterbangkan ke Kota Palu, dengan menggunakan Helikopter, atau bila tidak memungkinkan akan melalui jalur darat. “Tergantung dari cuaca, bila memumngkinkan akan mengunakan Helikopter,” ujarnya.

Informasi yang berkembang di kalangan wartawan, kedua DPO MIT yang tewas itu adalah Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dan Rukli. Ditanya soal kedua identitas itu, Didik belum bisa memberikan keterangan.

“Maaf kami belum bisa memberikan keterangan terkait identitas kedua korban, karena hal tersebut harus dibuktikan dengan proses identivikasi, yang pastinya ada dua yang meninggal dunia, dan masih dalam proses Evakuasi,” tegasnya.

Pantauan Wartawan Metrosulawesi, di RS Bhayangkara Palu, hingga Pukul 15.00 WITA, belum terlihat pengamanan dari personel polisi di pintu RS Bhayangkara. Hanya personel INFSIS dari Polda Sulteng yang sudah berada di depan ruang Pemusalaran Jenazah dan sudah ada dua buah peti yang disiapkan di depan ruangan tersebut.

Informasi yang diperoleh Metrosulawesi, Satgas Madago Raya mengamankan sejumlah bom lontong di tempat persembunyian Anggota MIT di Kamp Pegunungan Batu Tiga, Desa Tanalanto, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Ahad 11 Juli 2021.

“Dari tempat kejadian perkara, Tim Satgas Madago Raya juga mengamankan barang bukti berupa amunisi, bom lontong, kompas dan bendera,” kata Didik Supranoto kepada wartawan seperti dikutip dari salah satu media online.

Sementara itu saat ini kondisi dilokasi kontak tembak sebut Didik terbilang kondusif, warga sekitar masih beraktivitas seperti biasa mengingat lokasi kontak tembak cukup jauh dari pemukiman warga.

“Masih aman, warga beraktivitas seperti biasa, karena juga lokasinya jauh dari pemukiman warga. Tapi kita ingatkan kalau melihat yang mencurigakan segera laporkan,” ujar Didik.

Seperti diberitakan, pada hari Ahad 11 Juli 2021, sekitar pukul 03.30 WITA, terjadi kontak senjata antara Satgas Madago Raya dengan DPO MIT Poso yang mengakibatkan dua terduga teroris Poso tewas tertembak.

Baku tembak ini bermula dari adanya informasi satgas intel tentang adanya penampakan lima orang yang diduga teroris Poso. Satgas lantas mengintensifkan pencarian dengan menelusuri jejak yang ada.

Setelah memastikan itu adalah pelaku, tim langsung melakukan tindakan tegas terukur hingga dua terduga teroris Poso tewas.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas