Prof Mahfudz. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Prof Dr Ir Mahfudz MP mengungkapkan akan mempertimbangkan kepemilikan sertifikat vaksinasi Covid-19 menjadi persyaratan bagi civitas Universitas Tadulako (Untad) dalam pengurusan layanan akademik.

“Persuasifnya begitu supaya mereka mau (divaksin), tapi bukan berarti harga mati kalau tidak ada sertifikat tak dilayani,” ungkapnya kepada awak media di Palu, baru-baru ini.

Ketentuan tersebut dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang harus melampirkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama untuk keperluan perjalanan. Ketentuan dimaksud diadopsi bagi civitas Untad sebagai upaya menggenjot capaian vaksinasi.

Itu karena kata Rektor ada sejumlah orang civitas Untad, termasuk kalangan dosen, menolak divaksin. Padahal vaksinasi menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengakhiri pandemi Covid-19.

Menurut Prof Mahfudz, secara teknis rencana penerapan kewajiban memiliki sertifikat vaksinasi bisa dilaksanakan dengan pembedaan pelayanan antara yang sudah divaksin dan yang belum.

“Misalnya kalau belum divaksin harus menunggu berjam-jam, yang ada (sudah divaksin) langsung,” tandas Rektor.

Sebelumnya diberitakan, mahasiswa Untad yang telah divaksin Covid-19 baru sekitar 5.000 orang. Pemberian vaksinasi atas kerjasama Untad dengan Polda Sulteng yang sudah berlangsung dalam tiga pekan terakhir.

“Tapi itu masih sangat kecil jumlahnya, kita berharap mahasiswa bisa divaksin semuanya,” ungkap Prof Mahfudz di Palu, Senin, 5 Juli 2021.

Dia mengatakan vaksinasi bagi mahasiswa Untad masih terus berjalan untuk menggenjot capaian, termasuk yang pelaksanaan di lingkungan Untad. Mahasiswa Untad bisa mendatangi vaksinasi yang dilaksanakan tim Satgas Covid-19 Untad.

Upaya lain menggenjot vaksinasi akan menyasar mahasiswa yang akan mengikuti wisuda. Prof Mahfudz mengatakan vaksinasi juga tengah disiapkan bagi pendaftar jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruang Tinggi Negeri (SMMPTN) Untad. Ia mengingini peserta sebelum mengikuti ujian pada 12 Juli harus sudah divaksin.

“Saya sudah tawarkan ke Polda jika stok vaksin memungkinkan agar sebaikanya dilakukan vaksinasi sebelum ujian mandiri (SMMPTN) dilaksanakan. Kalau memungkinkan kita lakukan sebelum tanggal 12 Juli sebelum ujian tentukan momentum yang sangat bagus. Sekarang ini kan yang kita lihat, tentu juga tim vaksinasi, animo mereka (calon mahasiswa) sangat kurang. Jadi kita harus membuat trik-trik tertentu agar mereka mau ‘dipaksakan’,” ujar Rektor.

Rektor mengatakan vaksinasi harus didukung semua pihak agar perang memutus penyebaran Covid-19 sesuai harapan. Dipastikan Untad akan terus melakukan berbagai upaya agar vaksinasi bagi civitas Untad sukses.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas